Wow, Usai Usir DPRD Kabupaten Tangerang Saat Sidak, Kini Pihak PT SMS Steel Disebut Paparkan Data Fiktif Dalam RDP

oleh -
Wow, Usai Usir DPRD Kabupaten Tangerang Saat Sidak, Kini Pihak PT SMS Steel Disebut Paparkan Data Fiktif Dalam RDP

KABUPATEN TANGERANG,REDAKSI24.COM–DPRD Kabupaten Tangerang menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak PT. SMS Steel terkait dugaan sejumlah pelanggaran penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang dilakukan perusahaan, Pada, Senin, (11/4/2022). Kedatangan Pihak Perusahaan yang diwakili Staff legal dengan membawa data yang tidak sesuai fakta dinilai sebagai sebuah tindakan yang tidak kooperatif kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Terlebih lagi adanya perlakuan yang tidak menyenangkan dari pihak perusahaan, terkait insiden pengusiran saat inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang, Pada, Kamis, (7/4/2022) lalu.

BACA JUGA: Waduh,  Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Diusir Saat Gelar Sidak ke PT. SMS Steel

Saat berjalannya rapat, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Kholid Ismail mengatakan tidak hadirnya Direktur Utama ataupun management perusahaan pada undangan RDP pada hari ini adalah sebuah kesalahan fatal, sebab kata Kholid masalah pelanggaran yang dilakukan pihak perusahaan bukan sekedar berurusan dengan Tenaga Kerja saja melainkan Multiple Effect atau ada beberapa dampak yang harus dipertanggungjawabkan.

BACA JUGA: Dewan Sebut Ada Indikasi Pelanggaran K3 Dalam Insiden Kecelakaan Kerja PT. SMS Steel

“Pertama berkaitan tingkat kepatuhan perusahaan terhadap aturan, dan yang kedua berkaitan dengan kewenangan Disnaker soal Tenaga Kerjanya, dan DLHK tentang dampak lingkungannya, dimana dinas lingkungan hidup bertugas menganalisis dampak dari kegiatan suatu perusahaan, maka itu jika PT. SMS Steel tidak mau mengikuti aturan, wajib kita pidanakan,” ujar Kholid, Senin,(11/4/2022).

BACA JUGA: Polisi Masih Selidiki Peristiwa Ledakan Yang Sebabkan 8 Pekerja PT. SMS Steel Terluka

Kemudian, Ketua komisi II, Nasrullah Ahmad menuturkan pihaknya sangat kecewa dan merasa tidak dihargai oleh pihak PT. SMS Steel ketika jajaran nya melakukan sidak justru malah diusir dan disuruh menunggu diluar hingga berjam – jam dengan alasan sedang ada kunjungan dari Mabes Polri.

“Masa kami disuruh nunggu diluar, luas wilayah 4 hektar, kita ini dianggap apa coba, Kami datang merasa tidak dihargai sebagai lembaga negara, kami memiliki legitimasi yang kuat, warga kita sudah banyak korban, sudah banyak SOP yang dilanggar PT. SMS Steel yang berstatus PMA (Permodalan Milik Asing), semua data yang dipaparkan hari ini tidak ada yang Valid,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota komisi II dari Fraksi Demokrat, Yahya Amshori menambahkan pihaknya meminta agar pihak provinsi dalam hal ini Dinas Tenaga kerja tidak perlu takut dalam menindak PT. SMS Steel, sebab kata Yahya kita itu ada Undang – Undang MD3, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten Tangerang yang siap melindungi.

“Padahal sudah jelas dalam RDP kali ini undangan tertuju untuk Dirut PT. SMS Steel, kami hanya ingin meminta klarifikasi, dikarenakan sudah banyak korban warga kita, berdasar data BPJS saja juli tahun 2020 saja ada 3 orang yang sudah meninggal, terus mau ditambah korban berapa lagi?,” tegasnya.

Dari pantauan Redaksi24.Com acara RDP belum dapat mengeluarkan hasil keputusan apapun dikarenakan tidak hadirnya beberapa pihak terkait seperti Direktur Utama PT. SMS Steel ataupun Management, dimana RDP akan dilanjutkan pada Rabu, (13/4/2022).(Derri/Hendra)

No More Posts Available.

No more pages to load.