Wow, Praktik Prostitusi Online Makin Marak di Kabupaten Tangerang

  • Whatsapp
Prostitusi online
Ilustrasi prostitusi online.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polsek Panongan mengungkap praktik prostitusi online di Spa Melati  Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten. Selain mendapati beberapa pasangan bukan suami istri sedang berbuat mesum, dalam pengungkapan itu polisi juga turut menemukan ratusan alat kontrasepsi.

Kapolsek Panongan AKP Rohmad Supriyanto menuturkan, terungkapnya bisnis esek-esek online tersebut berawal dari observasi anggota Reskrim Polsek Panongan pada Selasa (13/10/2020) malam. 

Bacaan Lainnya

Pada saat itu, lanjut Rohmad, petugas melihat dua laki-laki masuk ke dalam Ruko dan langsung menutup pintu. Curiga dengan hal itu, polisi kemudian masuk ke dalam Ruko dan melakukan pemeriksaan. Benar saja, saat diperiksa polisi menemukan dua pasangan tanpa busana sedang berhubungan intim. 

“Barang bukti yang diamankan di TKP uang tunai Rp2 juta, ratusan alat kontrasepsi,  2 unit HP, 2 pak tisu basah dan 1 buku daftar tamu, serta 2 orang tersangka, 3 orang PSK dan 2 orang pelanggan,” tutur AKP Rohmad kepada Redaksi24.com, Rabu (14/10/2020). 

BACA JUGA: Razia Tempat Hiburan, Puluhan Terapis Diamankan Satpol PP Kabupaten Tangerang

Menurut Rohmad, adapun cara transaksi prostitusi online tersebut dilakukan melalui aplikasi michat yang dikelola DD yakni satu dari dua orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Para pelanggan memesan PSK melalui aplikasi yang sudah terpasang foto-foto para PSK dengan tarif Rp400 ribu rupiah. 

Tarif tersebut, sambungnya, kemudian dibagi kepada HD selaku pemilik Spa sebesar Rp120 ribu dan kepada DD yakni perantara PSK dan pelanggan sebesar Rp30 ribu rupiah. 

“Setelah harga sepakat pelanggan datang dan masuk ke Ruko Spa Melati yang sudah tersedia PSK di dalam Ruko,” imbuhnya.

BACA JUGA: Berawal Dari Penggerebekan Protokes Dan PSBB, Polres Tangsel Temukan Pelanggaran TPPO di Vins 3 Bar Gading Serpong

Ia menambahkan, saat ini para pelaku praktik prostitusi online tersebut sudah diamankan di Mapolsek Panongan. Para pelaku juga akan dijerat dengan Pasal 296 dan atau Pasal 506 KHUP. 

“Untuk Pasal 296 hukuman 1 tahun 4 bulan, sedangkan Pasal 506 KUHP hukumannya 3 bulan penjara,” tandasnya (Ricky/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.