Wow, Pemerintah Pusat Akan Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

oleh -
Pembangkit Listrik Tenaga Sampah
Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar (kanan).

JAKARTA, REDAKSI24.COM — Upaya pemerintah pusat untuk mengurangi volume sampah di setiap daerah nampaknya tak main-main. Melalui Perpres Nomor 35 Tahun 2018 Tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Tekhnologi Ramah Lingkungan, pemerintah berniat membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), Senin (27/1/2020).

Yudi Prabangkara, Asisten Deputi Bidang Insfratruktur Pertambangan Dan Energi pada Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) mengatakan, melalui Perpres Nomor 35 Tahun 2018 ini pemerintah ingin mengurangi volume sampah secara signifikan.

Kata dia, dalam perpres tersebut sudah diatur bahwa setelah pengelola sampah dan pengembangan PLTSa ditetapkan, maka Gubernur dan Wali Kota akan mengusulkan kepada Menteri ESDM untuk memberikan penugasan pembelian tenaga listrik PLTSa oleh PT PLN.

“Saya tekankan fokus pada penanganan sampahnya bukan listriknya. Ini bukan urusan listrik yang mau kita selesaikan itu sampahnya, listrik itu adalah ikutannya,” tuturnya dalam rapat koordinasi terkait tindak lanjut rapat terbatas perkembangan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Ruang Rapat Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Jakarta, Senin, (27/1/20).

Sementara itu, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar yang juga hadir hadir dalam rapat tersebut mengungkapkan, jika program ini tentu saja sangat membutuhkan Perpres percepatan mengingat lahan, anggarannya, termasuk komitmen sudah ada.

Kata dia, terkait peraturan peraturan daerahnya, pemda tinggal asistensi dari Kementrian Menko Marves dan pemerintah pusat untuk melaksanakan program proses lelang dan juga program pembangunannya.

“Kami sangat berharap besar pada program ini, dan kami juga berharap mendapatkan prioritas utama apalagi kita dekat bandara soekarno-hatta,” kata Zaki.

BACA JUGA:

Pengolahan Sampah dan Sarana Pendidikan Kabupaten Tangerang Belum Optimal

Warga Pertanyakan Ratusan TPS Yang Dibuat DLH Kabupaten Tangerang

Ia menambahkan, guna mewujudkan program tersebut ia meminta negara-negara yang diperbantukan bisa menjadi konsultan di daerah-daerah. Ia juga berharap dalam program ini, Singapura bisa membantu sekaligus menjadi konsultan bagi daerah Kabupaten Tangerang.

“Karena jaraknya juga tidak jauh, yang kedua mereka sudah memiliki konsep pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan juga sangat canggih sekali,” tukasnya (Ricky/Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.