Wow, Honor PPK dan PPS Tangsel di Pilkada 2020 Naik

  • Whatsapp
Kantor KPUD Kota Tangsel.

TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM – Kabar baik datang dari Komisi Pemilihan Umun (KPU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), di tengah pandemi Covid-19, para petugas adhoc akan mendapat tambahan honor pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

Petugas adhoc merupakan petugas tambahan yang terdiri atas panitia pemilihan kecamatan (PPK), panitia pemungutan suara (PPS), dan kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).

Bacaan Lainnya

Ketua KPU Kota Tangsek Bambang Dwitoro mengatakan, adanya kenaikan honor tersebut merupakan hasil evaluasi dari penyelenggaraan Pemilu 2019 lalu.

“Banyak yang mengeluhkan, dengan beban kerja yang banyak dan berat kenapa honornya kecil? Maka itu, kemudian coba diajukan dan ternyata disetujui oleh Menteri Keuangan beberapa waktu lalu,” kata Bambang, Sabtu (6/6/2020).

Bambang menerangkan, anggaran untuk pelaksanaan Pilkada Tangsel 2020 mencapai Rp60 miliar. Sementara anggaran kenaikan honor petugas adhoc tersebut mencapai sekira Rp 9 Miliar. Sehingga jika ditotal, mencapai Rp 69 miliar.

Untuk jumlah kenaikannya, Bambang belum dapat memastikan besaran nominalnya. Tetapi, ia mencontohkan misalnya untuk honor PPK dari semula Rp 2.200.000 naik menjadi Rp 2.500.000. Sedangkan untuk honor PPS yang tadinya di bawah Rp 1 juta, kini naik mencapai Rp 1 juta bahkan bisa lebih. “Sekali lagi, untuk nominal angkanya belum bisa dipastikan,” ungkapnya.

“Jumlah anggaran tersebut, belum termasuk anggaran untuk alat pelindung diri (APD) bagi para petugas lantaran pelaksanaan Pilkada tahun ini ada di masa pandemi Covid-19. Dan APD ini cukup penting,” tambahnya.

Sebelumnya, Bambang menjelaskan, Pilkada 2020 ini akan dilaksanakan pada 9 Desember mendatang. Sedangkan untuk tahapannya, akan dimulai pada 15 Juni ini.

“Sesuai keputusan politik bersama antara penyelenggaran KPU, Bawaslu, DPR RI dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bahwa waktu pemungutan suara dilaksanakan 9 Desember 2020 hari Rabu. Sedangkan tahapannya, dimulai pertengahan bulan ini,” jelas Bambang.

Sementara untuk tahapan awal yang diperkirakan dimulai 15 Juni 2020, Bambang memaparkan, ada empat agenda yang akan dilakukan. Yakni, pelantikan panitia pemungut suara (PPS) tingkat kelurahan, tahapan verifikasi faktual perseorangan, seleksi petugas pemutakhiran data pemilih petugas survei data pemilih, serta pemutakhiran data pemilihnya. (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.