Wisatawan Yang Mau Ke Puncak Bogor Diharap Ekstra Hati-Hati Bila Melintas di Empat Jalur Ini

  • Whatsapp
Tebing Jalan Raya Puncak-Cianjur di Cipanas amblas (Ant).

CIANJUR, REDAKSI24.COM– Wisatawan yang mengisi libur panjang di kawasan Puncak Bogor harus ekstra hati-hati bila melintas di Jalur Puncak-Cianjur seperti Seger Alam-Puncak Pass,Ciloto, Lembah Koi dan Jalan Raya Cugenang. Pasalnya keempat titik tersebut rawan longsor.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Dedi Supriyadi Kamis (29/10/2020) mengatakan, keempat titik rawan bencana tersebut merupakan jalur utama penghubung antar kota Cianjur-Bogor, mulai dari kawasan Puncak hingga Jalan Raya Cugenang-Cianjur.

Bacaan Lainnya

“Tidak hanya bencana alam longsor, di sepanjang jalur tersebut rawan pohon tumbang dan banjir seperti di Jalan Raya Ciherang, sehingga menyulitkan pengendara untuk melintas. Kami mengimbau pengendara khususnya wisatawan untuk ekstra hati-hati dan waspada,” katanya.

Ia menjelaskan, seiring tingginya volume kendaraan yang melintas selama libur panjang kali ini, pihaknya menyiagakan relawan tangguh bencana (Retana) di kecamatan Cipanas, Pacet dan Cugenang untuk melakukan pemantauan dan segera melapor jika melihat tanda alam akan terjadi bencana.

BACA JUGA: 50 Wisatawan Yang Mengisi Libur Panjang di Puncak Bogor Dinyatakan Reaktif Covid-19

Retana disiagakan untuk memantau kondisi jalan yang amblas di Jalan Raya Cipanas-Puncak tepatnya di kawasan Lembah Koi dan kawasan Puncak Pass, meski di kedua lokasi telah dilakukan penanganan untuk mencegah terjadinya amblas susulan dan meluas.

“Petugas BPBD dan Retana disiagakan 24 jam, termasuk alat berat milik dinas terkait juga disiagakan agar penanganan cepat dapat dilakukan ketika terjadi bencana. Kami terus mengimbau pengendara yang melintas khususnya wisatawan untuk tetap waspada karena curah hujan sejak satu pekan terakhir cukup tinggi,” katanya.

BACA JUGA: Kecelakaan di Puncak Bogor Akibatkan 5 Orang Korban Meninggal

Sementara terkait penanganan banjir di wilayah selatan tepatnya di Kecamatan Sindangbarang yang sempat merendam ratusan rumah warga sudah selesai. Puluhan kepala keluarga yang sempat mengungsi ungkap Dedi saat ini sudah kembali ke rumahnya masing-masing.

“Kami juga masih menyiagakan seribuan relawan di wilayah selatan untuk memantau dan segera melaporkan jika melihat tanda alam akan terjadi bencana dan segera melakukan mitigasi serta meminta warga mengungsi untuk menghindari jatuhnya korban jiwa,” katanya.(Ahmad Fikri/Ant/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.