Wisata Kuliner Pantai Batako Tetap Buka Meski Ada SE Soal Penutupan Obyek Wisata di Pandeglang

  • Whatsapp
Lokasi objek wisata kuliner Pantai Batako Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Pandeglang.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Dibukanya objek wisata kuliner Pantai Batako Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Pandeglang, karena pihak Desa Teluk tidak mengetahui adanya Surat Edaran (SE) tentang pembatalan dibukanya destinasi wisata yang dikeluarkan Dinas Pariwisata Pandeglang.

Dengan tidak tahunya ada SE pencabutan pembatalan tersebut, pihak Desa Teluk, Kecamatan Labuan, tak melarang objek wisata kuliner Pantai Batako yang dikelola BUMDes Teluk itu untuk beroperasi.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Endin Fahrudin mengatakan, karena sebelum Lebaran Idul Fitri ada SE tentang dibukanya kembali destinasi wisata, dan pihaknya tidak mengetahui adanya SE pembatalan dari Dispar Pandeglang, maka untuk wisata kuliner Batako Teluk telah dibuka sejak H+1 Idul Fitri.

“Saya tidak tahu adanya SE pembatalan kembali dibukanya destinasi wisata oleh Dispar Pandeglang. Makanya kami tetap mengacu pada SE yang disebar sebelum Lebaran itu,” ungkap Endin melalui sambungan telepon, Selasa (26/5/2020).

Saat ditanya apakah wisata kuliner Batako Teluk tersebut akan teus dibuka. Kades mengaku, akan tetap beroperasi, karena masyarakat tahunya bahwa Dispar Pandeglang, sudah membuka kembali objek wisata, dan pihaknyapun juga mengaku sebelumnya sudah berkoordinasi dengan Muspika Labuan.

“Iya akan tetap beroperasi. Karena sebelumnya juga kami sudah berkoordinasi dengan pihak Polsek Labuan,” katanya.

Meskipun beroperasi kata Endin, di kawasan wisata kuliner tersebut akan diterapkan protokol kesehatan atau SOP covid-19. “Kami juga akan menerapkan SOP covid-19, salah satunya bagi para pengunjung harus mengenakan masker,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Pandeglang, Asmani Raneyanti mengaku, dari hasil Rapat Koordinasi (Rakor) dengan sejumlah pihak, bahwa destinasi wisata tetap ditutup. Apabila ada pengelola wisata yang membandal untuk tetap beroperasi, maka nanti pihak Satpol-PP yang melakukan penertiban.

“Keputusannya objek wisata saat ini tetap ditutup. Jika masih ada yang beroperasi, nanti akan ditindak bahkan bisa dicabut izin operasionalnya,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Aan).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.