Wisata Kuliner Pantai Batako Pandeglang Abaikan Protokol Kesehatan

  • Whatsapp
wisata kuliner batako
Pengunjung memadati kawasan wisata kuliner Pantai Batako, Kecamatan Labuan, Pandeglang.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Menjelang penerapan New Normal atau tatanan baru di masa pandemi covid-19, wisata kuliner di Pantai Batako Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, dipadati pengunjung, Sabtu (20/6/2020) malam. Sayangnya, pengelola maupun pengunjung kawasan wisata kuliner tersebut, terkesan mengabaikan protokol pencegahan covid-19.

Pantauan Redaksi24.com pada Sabtu malam, padatnya pengunjung wisata kuliner pantai Batako Teluk, nampak terlihat dari pintu masuk hingga ujung batas kawasan Dermaga Teluk. Namun aktivitas wisata tersebut terlihat minim dari penerapan protokol kesehatan. Tidak sedikit pengunjung yang tidak mengenakan masker.

Bacaan Lainnya

Selain itu, di lokasi juga tidak diterapkan protokol kesehatan, setiap pengunjung yang masukpun tidak dilakukan pengecekan suhu tubu dan tidak tersedianya sarana cuci tangan.

Salah seorang pengunjung wisata kuliner pantai Batako Teluk, Labuan, Pandeglang, Mulayan mengaku, ia bersama ketiga temannya berkunjung ke wisata itu ingin menikmati kuliner ikan bakar.

Namun nampaknya kawasan wisata malam ini cukup padat, sehingga ia juga susah untuk masuk dan memarkirkan kendaraannya. Karena lahan parkir kawasan wisata sudah padat. “Namun karena sangat ingin menikmati ikan bakar, kami paksakan masuk saja dan kendaraan di parkir di luar kawasan dan masuk dengan jalan kaki,” ungkapnya.

Saat ditanya apakah ketika masuk kawasan dilakukan pengecekan suku tubuh oleh petugas, ia mengaku tidak ada pengecekan suhu tubuh, baik kepada dirinya maupun wisatawan lainnya. “Tidak dicek suhu tubuh kami oleh petugas, wisatawan yang lainpun sama,” katanya.

Sementara, saat ditemui di lokasi wisata kuliner Batako, Kepala Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Endin Fahrudin mengatakan, objek wisata kuliner tersebut baru dibukan lagi pada tanggal 8 Juni lalu, setelah ada informasi akan adanya penerapan New Normal.

Karena, kata dia, sebelumnya sempat ditutup lagi setelah menerima surat pencabutan operasional wisata oleh Dinas Pariwisata Pandeglang, pasca Lebaran Idul Fitri lalu. “Dulu ada Surat Edaran dari Dispar Pandeglang, pada libur Lebaran Idul Fitri objek wisata dibolehkan beroperasi, pada saat itu wisata ini kami buka lagi. Namun selang beberapa hari kami menerima surat pencabutan operasional wisata, dan akhirnya kami tutup lagi,” ujarnya.

Setelah itu, lanjut Endin, ketika pemerintah menginformasikan New Normal, wisata kuliner itu dibukan lagi pada tanggal 8 Juni lalu. “Tanggal 8 lalu kami buka lagi, karena akan ada penerapan New Normal,” ujarnya.

Saat ditanya kenapa tidak diterapkan protokol kesehatan dan banyak wisatawan yang tidak menggunakan masker dibiarkan masuk, Kades mengaku, pihaknya sudah memberikan himbauan kepada setiap wisatawan yang akan masuk kawasan wisata agar menggunakan masker, ia mengaku juga di depan pitu masuk sudah dipampang spanduk himbauan penerapan protokol kesehatan.

“Kami sudah memberikan himbauan, jika sekarang masih banyak wisatawan yang tidak menggunakan masker, yang penting kami sudah menggugurkan kewajiban,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, para pedagang di kawasan wisata itu juga banyak yang berjualan masker, sehingga setiap pengunjung yang tidak menggunakan masker disarankan untuk membeli masker terlebih dahulu.

“Kami sarankan pengunjung yang tidak menggunakan masker agar membeli masker dulu, untuk menjaga kesehatan dan menghidari pengebaran covid-19,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.