WH Sebut Pendatang Jadi Pemicu Peningkatan Covid-19 di Banten

  • Whatsapp
new normal banten
Untuk mendeteksi covid-19 Pemprov Banten gencar menggelar rapid test di sejumlah lokasi.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Pemprov Banten belum siap menghadapi new normal karena masih banyak terjadi peningkatan penyebaran Covid-19 di sejumlah daerah di Provinsi Banten. Kabupaten Lebak yang awalnya masih zona hijau, kini beberapa kecamatannya sudah masuk zona merah. Begitu pula dengan Kabupaten Serang.

Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) resmi memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk wilayah Tangerang Raya sampai tanggal 28 Juni 2020, melalui Keputusan Gubernur (Kepgub) nomor 443/Kep.165-Huk/2020 yang berlaku mulai tanggal 15 Juni 2020.

Bacaan Lainnya

Dengan diperpanjangnya masa PSBB, WH berharap masyarakat lebih disiplin lagi dalam menghadapi Pandemi Covid-19. Bila diperlukan, harus ada sanksi tegas bagi yang melakukan pelanggaran PSBB.

“Secara umum tingkat kesadaran masyarakat Banten sudah cukup tinggi, tinggal dilakukan pengetatan saja. Bila perlu harus ada sanksi juga, supaya penyebaran Covid-19 bisa dicegah,” katanya, Senin (15/6/2020).

WH menambahkan, berdasarkan hasil temuan di lapangan, faktor pendatang menjadi penyebab meningkatnya jumlah pasien Covid-19 di Banten pada saat masa transisi lalu. Untuk itu, pihaknya memberikan tugas kepada TNI dan Polri untuk melakukan pengetatan pada masa PSBB ke empat ini.

“Kami serahkan pengelolaan teknisnya kepada TNI dan Polri,” ujarnya.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti mengatakan, peningkatan penyebaran Covid-19 merupakan dampak dari kelonggaran yang dilakukan pada masa percobaan transisi kemarin.

Begitu juga beberapa tempat fasilitas umum kembali beroperasi, dengan mengabaikan protokol kesehatan. Ditambah sejumlah pendatang dari daerah zona merah covid-19 bebas keluar masuk masuk ke Banten.

“Pasien OTG (Orang Tanpa Gejala) pertama di Lebak misalnya, tidak pernah bepergian ke luar daerah, namun setelah dilakukan swab ternyata terkonfirmasi positif covid-19. Hal serupa juga terjadi di klaster baru di Serang, yakni Kecamatan Tirtayasa yang membuat Serang menjadi zona merah,” kata Ati.

Ati menambahkan, dilihat dari peringkatnya, Provinsi Banten kini sudah menduduki urutan kesembilan yang sebelumnya masuk pada urutan kedua penyebaran Covid-19. Penurunan ini terjadi pada minggu ketiga pasca pertamakali diberlakukan PSBB. Namun pada Minggu keempat kembali mengalami lonjakan, dan untuk seterusnya masih dalam kondisi landai.

“Untuk tingkat kesembuhannya sendiri mencapai 53,4 persen dari total pasien yang masih dilakukan perawatan sebesar 40,2 persen. Adapun untuk angka kematian menurun menjadi 7,4 persen,” jelasnya. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.