WH Bakal Rombak Direksi dan Manajemen Bank Banten

  • Whatsapp
bank banten, wahidin halim, direksi bank banten, rups, gubernur banten,
Ilustrasi - transaksi perbankan di Bank Banten.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Gubernur Banten Wahidin Halim berencana untuk melakukan pembenahan tata kelola terhadap manajemen Bank Banten. Pria yang akrab disapa WH itu mengaku bakal menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) Bank Banten pada Januari 2021.

Selaku pemegang saham pengendali terakhir, WH juga akan membahas program-program lanjutan bank berplat merah itu ke depannya.

Bacaan Lainnya

“Ketika bank sehat, kami bisa restrukturisasi SDM, manajemen, jajaran direksi dan komisaris,” tegas Wahidin Halim dalam keterangan pers di Rumah Dinas Gubernur Banten, Kota Serang, Rabu (30/12/2020).

WH menyebut, Bank Pembangunan Daerah Provinsi Banten atau Bank Banten menerima suntikan dana segar dari dua korporasi besar, yakni Sinarmas Group dan Bangkok Bank dengan nilai mencapai ratusan miliar rupiah.

BACA JUGA: Bank Banten Terima Suntikan Modal dari Sinarmas Group dan Bangkok Bank

Wahidin Halim mengakui Bank Banten saat ini dihadapkan pada sejumlah tantangan. Mulai dari likuiditas, permodalan, tata kelola dan kredit macet yang berasal dari Bank Pundi. Nilai kredit macet itu bahkan nilainya mencapai Rp1,6 triliun dan sulit tertagih.

“Bank Pundi memberikan kredit asal jadi, tidak rasional. Ini menjadi risiko manajemen yang baru. Kami sudah ambil langkah, rasio likuiditas sudah baik dan perbaikan lainnya,” katanya.

Mantan Walikota Tangerang itu menuturkan, dari sisi operasional, bank yang berdiri sejak 2016 tersebut juga sudah mulai normal. Kondisi itu diantaranya terjadi setelah ada intervensi dari Sinarmas Group dan Bangkok Bank.

“Intervensi dana segar dari Sinarmas Rp300 miliar. Kemudian Bangkok Bank masih proses tapi sudah tanda tangan (kerja sama),” katanya.

Untuk permodalan, kata dia, Bank Banten juga sedang melaksanakan right issue yang dibuka hingga 6 Januari 2021. Nilai saham yang ditawarkan adalah Rp50 per lembar namun di bursa nilai sahamnya naik hingga Rp120 per lembar.

“Kecenderungan pembelian saham meningkat. Sudah mulai banyak yang beli,” tandasnya.(ANT/DIFA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.