Waspada  TikTok Syndrom yang Dapat Mengganggu Kesehatan Mental

TANGERANG,REDAKSI24.COM–Sejak dahulu musik menjadi suatu hiburan yang sangat disukai masyarakat baik dari kalangan tua maupun muda. Tak heran  saat ini platform video musik asal Tiongkok, TikTok menjadi  aplikasi yang sangat digandrungi di seluruh belahan dunia.

Terlebih aplikasi yang awalnya bernama Douyin ini , bisa mengandung hiburan yang lucu, menarik karena aplikasi tersebut membolehkan para pemakai untuk membuat video musik pendek mereka sendiri dengan dilengkapi macam-macam fitur musik dan efek yang menarik.

Bacaan Lainnya

Selain itu dampak positif dari Tik Tok adalah kita menjadi semakin memiliki banyak teman bahkan bisa mendapatkan penghasilan dengan masuknya sponsor yang ingin mempromosikan produk-produknya.  

Namun, siapa sangka aplikasi ini dapat mengganggu kesehatan mental seseorang. TikTok syndrom saat ini tengah ramai dibicarakan di masyarakat maupun media sosial. Terlebih lagi jika telah kecanduan bermain TikTok, upload video, scroll down, like dan coment sepanjang hari bahkan setiap menit. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gangguan pada kesehatan mental seseorang. Untuk itu perlu kedewasaan dan tentunya bimbingan orang tua jika penggunanya masih di bawah umur.   

Adapun faktor yang mempengaruhi atau mendukung syndrom: 

Biologis

Sebagian orang secara genetik cenderung rentan terhadap sikap adiktif. Lebih dari itu jenis kelamin, etnis dan keberadaan faktor kesehatan lainnya dapat mempengaruhi risiko kecanduan.

Lingkungan

Lingkungan menjadi salah satu pengaruh dari penyebab kecanduan. Kemungkinan semakin terbentuknya tren, lingkungan dapat menjadi pendukung seseorang untuk bersikap “latah”.

Perkembangan

Selama tahap yang paling rentan dari perkembangan dan kematangan emosi seseorang, kejadian dapat meningkatkan risiko kecanduan.Semakin seseorang terpapar dengan perilaku adiktif, maka kemungkinan semakin berubah menjadi hal yang serius. Ini terjadi karena pada area otak terdapat saraf yang berkaitan dengan pengambilan keputusan dan pengendalian diri yang berkembang seseorang lebih mudah dan rentan.

Kecanduan internet dapat mengakibatkan DSM atau kesehatan mental. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM), diterbitkan oleh American Psychiatric Association, menawarkan bahasa yang umum dan kriteria standar untuk klasifikasi gangguan mental.

Akibat dari kecanduan ini tentunya, dapat merusak kualitas dan gangguan mental pada diri seseorang misalnya:

1.Menjadikan platform tersebut sebagai tingkat mood, secara tidak langsung rasa bahagia seseorang telah dikendalikan oleh internet.

2.Apabila ini sudah menjadi candu, maka seseorang harus mewaspadainya. Sebab dapat terjadi adanya penyakit mental Histrionic Personality Disorder (HPD) didefinisikan oleh American Psychiatric Association (APA) sebagai gangguan kepribadian yang ditandai oleh pola emosi yang berlebihan dengan suatu kondisi yang tidak tepat. Seseorang yang didiagnosis dengan penyakit gangguan ini cenderung berlebihan/dramatis, antusias dan lincah. HPD juga mempengaruhi hubungan sosial.

3.Selain gangguan mental HPD, dapat juga menimbulkan perilaku narsisme. Narsisme memiliki sebuah peranan yang sehat dalam artian membiasakan seseorang untuk berhenti bergantung pada standar dan prestasi orang lain demi membuat dirinya bahagia. Namun, apabila jumlahnya berlebihan, dapat menjadi suatu kelainan kepribadian yang patologis. Seseorang yang narsis biasanya memiliki percaya diri yang sangat kuat, namun apabila narsisme yang dimilikinya sudah mengarah pada kelainan yang bersifat patologis, maka percaya diri yang kuat tersebut dapat digolongkan sebagai bentuk rasa percaya diri yang tidak sehat, karena hanya memandang dirinya yang paling hebat dari orang lain. Gangguan kepribadian narsistik adalah pola kesombongan, kecongkakan, dan egoisme yang menjauhkan dari pergaulan. (Hamidah/Hendra)

Pos terkait