Waspada Arus Balik, Pemkot Tangsel Berlakukan SIKM Bagi Masyarakat Luar Jabodetabek dan Banten

  • Whatsapp
Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmy Diany.

TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memberlakukan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) bagi masyarakat berdomisili luar Jabodetabek. Peraturan tersebut diberlakukan untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19 akibat arus balik mudik.

Walikota Tangsel Airin Rachmy Diany mengatakan, aturan tersebut tertuang dalam perubahan Peraturan Walikota nomor 19 tahun 2020 tentang PSBB, mengikuti Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 24 tahun 2020 pasal 19 tentang PSBB yang dikeluarkan 31 Mei 2020 lalu.

Bacaan Lainnya

“Nah di Pergub yang baru ini ada keterangan dalam salah satu pasal yang menyebutkan siapa pun yang masuk ke wilayah Banten harus menunjukkan surat izin. Ini diatur dan dianut oleh walikota atau bupati,” kata Airin, Rabu (3/6/2020).

Untuk memberlakukan SIKM tersebut, lanjut Airin, pihaknya sudah meminta Dinas Perhubungan (Dishub)Tangsel untuk berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Dishub DKI.

“Setelah ini akan ada arus balik pemudik, kita enggak tahu ada berapa orang yang datang ke Tangsel. Bahkan mungkin sebagian sudah ada yang melakukanya lebih dulu. Inilah yang perlu kita antisipasi,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi arus balik, Pemkot Tangsel bersama TNI dan Polri akan membentuk posko bersama seperti petugas check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti di Stasiun Rawa Buntu dan stasiun lainya, serta sejumlah terminal.

“Selain itu, kita sadari bersama bahwa Tansel ini banyak jalan tikus atau jalan-jalan kecil dan ini menjadi PR kita bersama. Nanti kita akan diskusikan bersama Dishub, TNI dan Polri untuk skema pengamanan di jalan tikus,” beber Airin.

Sementara untuk mendapatkan SIKM tersebut, dapat diakses melalui daring simponie.tangerangselatan.go.id. “Dalam waktu beberapa hari ini saya sudah minta DPMPTSP untuk terus melakukan sosialisasi mengenai SIKM ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Hukum Pemkot Tangsel Ervin Ardafi menuturkan, jika ada masyarakat luar Jabodetabek dan Banten yang sudah terlanjur masuk Tangsel dan tidak mengantongi SIKM akan diaktivasi oleh gugus tugas RT, RW lalu dilaporkan ke tingkatan atas. Tindakannya, para pendatang akan dipulangkan dan jika tidak mau akan dikarantina mandiri atau di rumah relawan covid-19

“Ini peraturan memang dibikin kemarin. Karena ya kita mengikuti Pergub. Jika ada masyarakat yang tidak mau dipulangkan akan dikarantina. Atau jika tidak mau juga dikarantina akan didenda,” tutur Ervin.(wvyh/ Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.