Warga Yakin Air Sumurnya Tercemar Limbah PT Mayora

oleh -
Warga Jayanti Yakin Air Sumurnya Tercemar Limbah PT Mayora desa gembong desa sumur bandung kabupaten tangerang
KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM - Warga Desa Gembong dan Sumur Bandung, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, merasa yakin jika air sumurnya tercemar limbah yang berasal dari PT Mayora Indah Jayanti di Jalan Raya Serang-Balaraja, Kecamatan Jayanti.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Warga Desa Gembong dan Sumur Bandung, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, merasa yakin jika air sumurnya tercemar limbah yang berasal dari PT Mayora Indah Jayanti di Jalan Raya Serang-Balaraja, Kecamatan Jayanti.

Dugaan kuat warga itu disampaikan Aliansi Lembaga Pecinta Lingkungan Hidup (ALPLH), Ansyah Sandy bersama rekannya Ayi Abdullah kepada wartawan saat mendampingi petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang mengambil sampel air sumur warga di dua desa tersebut, Kamis (7/10/2021).

“Ini tentang estetika baku mutu, kami masih menunggu hasil laboratorium. Tapi warga menduga kuat pencemaran air sumur mereka berasal dari limbah PT Mayora Indah Jayanti,” ungkap Ansyah Sandy yang diamini Ayi Abdullah di lokasi pengambilan sampel air sumur warga.

Menurut Ansyah Sandy, sebagai dasar hukumnya adalah Undang-Undang Lingkungan Hidup nomor 50 tahun 1996 tentang baku mutu tingkat kebauan dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 5 tahun 2014 lampiran SLV11 tentang uji air limbah.

BACA JUGA: Dugaan Pencemaran Lingkungan, PT Mayora Sebut Pabrik Tahu dan Ternak Ayam

Sementara itu, petugas DLHK Kabupaten Tangerang melakukan pengambilan sampel air tanah dari sumur warga Desa Gembong dan Sumur Bandung yang tinggal dekat PT Mayora Indah Jayanti.

Kasi Bina Hukum dan Lingkungan DLHK Kabupaten Tangerang, Sandi Nugraha mengatakan, sesuai dengan laporan, pihaknya melakukan pengambilan sampel air di beberapa sumur warga yang ada di dua desa tersebut.

“Sebelumnya kami sudah ambil sampel air sungai, ini yang kedua kali kami ambil sampel air terkait adanya dugaan pencemaran limbah,” ujar Sandi Nugraha di lokasi rumah warga Sumur Bandung.

Dijelaskan Sandi, tim mengambil sample air ini sekaligus memeriksa dan mengamati air tanah sumur warga yang berubah warna dan rasa serta berbau menyengat dalam beberapa tahun terakhir ini.

“Pengambilan dan pemeriksaan sample air ini, kami melibatkan tim UPT Laboratorium DLHK Kabupaten Tangerang, guna memastikan kandungan zat dalam air sumur, berbahaya atau tidak jika nanti dikonsumsi, kami tunggu hasilnya 14 hari, nanti kami informasikan lebih lanjut,” kata Sandi kepada wartawan.

Sementara itu, HRD PT Mayora Indah Jayanti, Muchlis mengaku harus meminta persetujuan dari pimpinannya terlebih dahulu untuk melihat langsung proses Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik pabrik makanan dan minuman tersebut.

“Saya harus sampaikan dulu ke pimpinan, kalau pimpinan nggak bisa, saya nggak bisa ngomong apa-apa,” jawab Muchlis.(RM1/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.