Warga Warakas Kesal Beredar Nasi Bantuan Bertuliskan ‘Nasi Anjing’

  • Whatsapp
Nasi bantuan bertuliskan Nasi Anjing

JAKARTA,REDAKSI24.COM—Warga Warakas Tanjung Priok, Jakarta Utara kesal lantaran mendapat bantuan makanan siap santap yang diberikan, di tengah wabah corona atau covid-19. Pasalnya bungkusan nasi yang diketahui diberikan oleh Yayasan Qahal Family tersebut bertuliskan ‘Nasi Anjing’ Nasi Orang Kecil Bersahabat dengan Nasi Kucing #jakartatahanbanting.

Suarno salah satu warga mengaku sangat menyayangkan adanya pembagian nasi bertuliskan ‘Nasi Anjing’ diwilayahnya. Terlebih menurut Suarno, Yayasan Yayasan Qahal Family tersebut tidak berkoordinasi dahulu dengan RT da RW setempat.

Bacaan Lainnya

“Ini menyinggung perasaan umat Islam di Warakas, namun demi kepentingan umum dan stabiltas keamanan dan ketertiban umum pihak kedua (Warga Warakas) menerima permohonan maaf pihak pertama,” tulis Suwarno dalam Surat Kesepakan Bersama antara pihak Yayasan Qahal Family dan Perwakilan Warga Warakas.

Namun begitu dalam surat Kesepakatan tersebut juga dijelaskan jika Warga Warakas menganggap permasalahan ini sudah selesai dan tidak akan menuntut baik pidana maupun perdata kepada Yayasan Qahal Family.

Atas kejadian ini polisi melakukan pengecekan, Minggu, 26 April 2020. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Yusri Yunus mengatakan, awalnya Polres Metro Jakarta Utara melaksanakan patroli. Mereka mendapat info dari warga Warakas Tanjung Priok, tepatnya di sekitar Masjid Babah Alun Warakas bahwa ada pembagian makanan siap santap kepada warga warakas yang berlogo kepala anjing.

Setelah mendatangi lokasi kejadian, polisi lalu mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi termasuk mengamankan beberapa orang ke Polres Metro Jakarta Utara untuk dilakukan pemeriksaan yang lebih mendalam.

Adapun beberapa saksi yang diambil keterangan adalah pria pembuat video soal temuan ‘nasi anjing’ bernama Asep Sanudi, penerima makanan bernama Ahmad Lanijaelani, dan seorang ibu rumah tangga bernama Jamah yang juga menerima makanan.

“Melakukan klarifikasi terhadap para saksi,” kata Yusri.

Lebih lanjut, dia mengatakan, polisi juga menyita beberapa bungkusan berisi nasi dan daging itu. Selain itu, polisi juga meminta keterangan RT/RW dan perwakilan warga untuk mendengarkan klarifikasi dari pemberi makanan. Begitu pula meminta keterangan terhadap komunitas pembagi makanan tersebut, berinisial AQ.

“Melakukan pemeriksaan laboratoris daging apa yang terdapat dalam bungkusan tersebut. Melakukan penyelidikan terkait motif lain dari pembagian makanan jadi tersebut,” kata Yusri.
Namun begitu Yusri menegaskan dari hasil pemeriksaan makanan sumbangan bertuliskan ‘Nasi Anjing’ terdiri dari bahan makanan halal.

“Mendatangi tempat pembuatan nasi [anjing] tersebut dan mendapati bahwa pembuatan nasi dengan bahan halal,” Ungkap Yusri menjelaskan temuan penyelidikan.

“Mendatangi tempat pembuatan nasi [anjing] tersebut dan mendapati bahwa pembuatan nasi dengan bahan halal,” Ungkap Yusri menjelaskan temuan penyelidikan.

Menurut dia, pihak komunitas menjelaskan bahwa penggunaan kata ‘Nasi Anjing’ dalam makanan tersebut adalah karena binatang itu dianggap memiliki sikap yang setia. Selain itu, porsi dalam makanan bungkusan itu pun lebih banyak jika dibandingkan dengan nasi kucing.

“Dugaan sementara terjadi salah persepsi antara pembuat atau pemberi nasi dengan penerima nasi,” pungkas Yusri.

Terkait dengan hal itu, pihak kepolisian pun telah mempertemukan pihak-pihak terkait untuk saling menjelaskan kesalahan persepsi tersebut.

“Kesimpulannya, pihak pemberi makanan diminta untuk mengganti istilah nasi anjing dengan istilah lain yang tidak menimbulkan persepsi tertentu,” jelas pria yang sebelumnya menjabat Kabid Humas di Polda Jawa Barat ini. (Hdr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.