Warga Tolak Rapid Test, Gugus Tugas Covid-19 Kota Serang Butuh Sosialiasi Lebih Masif

  • Whatsapp
tolak rapid test
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Serang, Hari Pamungkas.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Serang, menyesalkan adanya penolakan rapid test yang disampaikan warga Kelurahan Masjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten. Pada sisi lain,  Tim Gugus Tugas kurangnya sosialisasi kepada masyarakat mengenai manfaat dan tujuan dari rapid test tersebut.

Diketahui sebelumnya, warga menolak menjalani rapid test covid-19 lantaran merasa takut dan cemas jika hasil rapid test menyatakan positif covid-19. Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Serang, Hari Pamungkas mengakui pihaknya membutuhkan sosialisasi dan edukasi lebih massif lagi kepada masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Kami akan utamakan komunikasi dengan pendekatan persuasif terkait sosialisasi pencegahan covid-19. Kami juga mempertimbangkan aspek kesehatan, namun juga melihat dinamika masyarakat. Tentunya butuh treatmen pola komunikasi publik yang efektif terkait edukasi covid-19,” katanya kepada wartawan di Puspemkot Serang, Selasa (16/6/2020).

Padahal, menurut Hari, Gugus tugas covid-19 itu telah dibentuk berjenjang, di tingkat kecamatan, kelurahan sampai tingkat RT, RW. Sebenarnya juga, menurut Hari, sosialisasi pencegahan covid-19 sudah dilakukan sampai level bawah.

“Mungkin butuh sosialisasi lebih atau edukasi lebih kepada masyarakat bahwa rapid test diperlukan untuk memilih dan mengendalikan pertumbuhan virus covid-19 di Kota Serang. Ini harus lebih inten disosialisasikan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Serang, Syafrudin mengungkapkan,  pihaknya menyiapkan sebanyak 22.700 alat rapid test untuk mendeteksi covid-19 ditengah kehidupan masyarakat di Ibu Kota Provonsi Banten. Rapid test, kata dia, tidak dipungut biaya alias gratis.

“Kami harap warga sadar pencegahan covid-19, salah satunya rapid test,” tandasnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.