Warga Terdampak Covid-19 di Pandeglang Baru Dapat Bantuan Dari Pemerintah Pusat

oleh -
Ratusan warga Padeglang menerima BST dari Pemerintah Pusat.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Sejumlah warga terdampak pandemi Covid-19 di Kabupaten Pandeglang, hingga saat ini baru mendapat Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Pemerintah Pusat, sementara untuk bantuan dari Pemprov Banten, dan Kabupaten Pandeglang belum turun.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, warga yang menerima Bantuan Sosial Tunai dari pemerintah pusat tersebut juga belum semuanya. Dari 39.226 orang yang dicover oleh pemerintah pusat, baru 978 Kepala Keluarga (KK) orang yang menerima.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pandeglang, Nuriah mengatakan, bantuan dari peme4intah pusat kepada masyarakat Pandeglang sudah mulai turun. Namun, kata dia, baru sebatas BST dari pemerintah pusat, sementara bantuan dari Pemprov dan Kabupaten Pandeglang belum turun.

“Beberapa hari kemarin sebagian warga terdampak wabah covid-19 sudah mulai menerima BST dari pusat. Dengan nilai bantuan sebesar Rp 600 ribu per KK yang disalurkan melalui jasa Pos,” ungkap Nuriah melalui sambungan telepon, Sabtu (9/5/2020).

Dikatakannya, ada sebanyak 39.126 warga terdampak covid-19 yang dicover oleh pemerintah pusat melalui program Bantuan Sosial Tunai. Dari jumlah tersebut tambah dia, baru 978 KK yang menerima. “Yang sudah menerima baru warga dari Kecamatan Pandeglang. Nanti sekitar pekan depan akan turun lagi, karena proses penyaluran bantuannya bertahap,” katanya.

Menurutnya, jumlah warga calon penerima program BST secara keseluruhan kurang lebih sebanyak 83 ribu penerima manfaat. Termasuk BST dari Provinsi Banten, dan Kabupaten Pandeglang, namun di luar penerima BST dari Dana Desa (DD) dan program sosial lainnya.

“Jumlah penerima BST dari Pemprov Banten sebanyak 44 ribu dan yang dicover oleh Pemkab Pandeglang, sebanyak 7.228 KK,” ujarnya.

Namun lanjut Nuriah, untuk besaran bantuan dari pemerintah pusat, Provinsi Banten dan Kabupaten Pandeglang berbeda, dan mekanisme penyalurannya juga berbeda.”Dari pusat sebesar Rp 600 ribu disalurkan melalui jasa Pos, dan dari Pemprov dan Kabupaten Pandeglang, sebesar Rp 500 disalurkan melalui rekening bank,” tuturnya.

Sementara iru Camat Pandeglang, Mely Diah Rahmalia mengaku, tadinya jumlah penerima BST yang akan dicairkan sebanyak 1200 KK. Namun karena adanya sebagian data penerima doble dengan program lain, NIK yang tidak sesuai serta kendala lainnya, maka yang baru menerima BST tersebut sebanyak 978 KK.

“Yang doble program tidak boleh dan yang NIK nya tidak sesuai sedang diusahakan untuk bisa dicairkan. Itupun baru prohram BST dari pemerintah pusat,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Aan)