Warga Tangsel Minta Pemerintah Turunkan Harga Gas Non Subsidi

oleh -
Warga Tangsel beralih menggunakan gas bersubsidi ukuran 3 kg karena harga gas non subsidi naik drastis.

KOTA TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM –  Kenaikan harga gas non bersubsidi ukuran 5,5 dan 12 Kg di Kota Tangerang Selatan, Banten naik hingga mencapai Rp75.000 dan Rp165.000. Akibatnya warga setempat banyak beralih menggunakan gas melon bersubsidi ukuran 3 Kg.

Hal itu terjadi, karena kenaikan harga gas yang awalnya hanya Rp65.000 dan Rp145.000 cukup drastis. 

Menurut Djunaedi, salah satu agen gas di Jalan Raya Ceger, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, semenjak harga gas non subsidi itu naik seminggu terakhir ini, pihaknya kebanjiran orderan hingga harus menambah stok gas.

“Sebelum naik, permintaan sehari ada 50 tabung gas 3 Kg. Sekarang bisa 80 hingga 90 tabung perhari,” Kata Djunaedi. Itu terjadi  karena harga gas bersubsidi 3 Kg tidak mengalami kenaikan atau tetap Rp18.200.

BACA JUGA: Jelang Tahun Baru, Harga Telur di Kota Tangsel Naik Hingga 40 Persen

Kondisi tersebut dibenarkan Novi yang biasa memakai gas nonsubsidi 12 Kg. Ia mengaku terpaksa beralih ke gas bersubsidi untuk mengurangi biaya pengeluaran rumah tangganya.

“Setelah dihitung, dengan kenaikan ini mending pakai gas subsidi daripada yang biasa,” ungkap Novi. 

Namun demikian Novi berharap, pemerintah dapat mengkaji ulang keputusan menaikkan harga gas di tengah wabah COVID-19 ini. Mengingat dalam kondisi tersebut perekonomian masyarakat juga turun drastis.

“Harapannya kami pemerintah mengkaji ulang kebijakan ini. agar kondisi masyarakat tidak semakin terpuruk,” katanya.(Agis/Aan)

No More Posts Available.

No more pages to load.