Warga Takut ke Ladang, Babi Hutan dan Monyet Mengganas di Lebak

oleh -
babi hutan monyet liar ladang lebak banten hutan
Ujang dilarikan ke Puskesmas Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten, setelah mengalami luka akibat diserang babi hutan di kebunnya Kecamatan Cimarga, dekat Hutan Kadu Guling, Rabu (16/6/2021).

KABUPATEN LEBAK, REDAKSI24.COM – Warga Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, belakangan ini resah. Mereka enggan pergi ke ladang untuk mengurus kebun lantaran khawatir diserang kawanan babi hutan dan monyet liar.

Udin (60), seorang warga Kabupaten Lebak mengaku sudah beberapa pekan ini dirinya tidak berani pergi ke kebun. Karena khawatir diserang babi hutan dan monyet yang datang secara bergerombol dari kawasan hutan Kadu Guling.

Kebunnya yang berada dekat kawasan hutan Kadu Guling Kecamatan Cimarga, kata dia, sekarang ini kerap didatangi kedua jenis hewan liar tersebut. Kawanan monyet dan babi hutan datang bergerombol pada sore hari.

“Saya pernah diserang babi hutan liar, tapi beruntung masih bisa selamat,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (16/6/2021).

Kawanan binatang liar tersebut, kata dia, merusak tanaman pertanian milik warga, seperti pisang, singkong, pepaya dan pohon perkebunan lainnya.

“Kami jika ke kebun harus pergi pagi-pagi sekali, agar tidak bertemu kawanan binatang liar itu,” kata Udin.

BACA JUGA: KAHMI Lebak Bersama KPU dan Bawaslu Dirikan Sekolah Pemilu

Dengan adanya serangan babi hutan dan monyet liar, menurut Udin, warga kini lebih memilih menanam tanaman keras di kebunnya, seperti pohon jati, albasia dan mahoni, sehingga tidak mudah dirusak binatang liar itu.

Serangan kawanan hewan liar di Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten juga telah melukai seorang warga bernama Ujang. Warga yang berprofesi sebagai petani itu terluka akibat diserang babi hutan, Rabu (16/6/2021) pagi.

“Beruntung nyawanya masih bisa diselamatkan,” kata Kasman, seorang warga Desa Haur Gajruk, Kabupaten Lebak yang turut membantu membawa korban ke rumah sakit.

Korban yang mengalami luka pada bagian punggung akibat gigitan binatang liar tersebut, kini tengah menjalani perawatan medis di Puskesmas Cipanas.

Peristiwa penyerangan babi hutan kepada korban yang tengah mencangkul di areal perkebunan dipastikan disebabkan karena binatang tersebut kelaparan. Sebab habitatnya terganggu aktivitas manusia.

Saat ini, kata dia, populasi babi hutan kesulitan untuk mencari pakan dari berbagai jenis tumbuhan maupun binatang kecil di kawasan hutan Kadu Guling.

BACA JUGA: Waspada Badai Petir, Warga Lebak Sebaiknya Hindari Lokasi-Lokasi Ini

Sementara itu, sejumlah aktivis lingkungan Kabupaten Lebak mengatakan, penyerangan babi hutan maupun monyet kepada warga yang tengah berkebun karena habitatnya terganggu pembangunan.

Apalagi, kata dia, saat ini sedang ada proyek pembangunan nasional di Kabupaten Lebak, seperti pembangunan Waduk Karian, Jalan Tol Serang-Panimbang dan berkembangnya kawasan pemukiman.

“Kami berharap populasi binatang itu bisa ditempatkan di kawasan tertentu agar tidak berkeliaran menyerang warga maupun merusak tanaman pertanian,” kata Husen, seorang aktivis lingkungan Lebak.(Ant/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.