Warga Sarimulya Setu Kota Tangsel Kurbankan 10 Sapi dan 30 Kambing

  • Whatsapp
warga setu kota tangsel
Warga Sarimulya Setu Kota Tangsel mengemas daging sapi dan kambing yang dikurbankan.

KOTA TANGSEL, REDAKSI24.COM – Perayaan Idul Adha 1441 Hijriyah di tengah pandemi covid-19 tidak menyurutkan antusias warga Kampung Sarimulya, Kelurahan Setu, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) untuk berkurban. Justru, jumlah hewan yang dikurbankan bertambah tiga kali lipat.

Panitia kurban Kampung Arimulya, Amid Wahyudi mengakui, pelaksanaan kurban pada Idul Adha ini ada peningkatan dari jumlah hewan yang dikurbankan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Bacaan Lainnya

“Tahun sebelumnya tiga ekor sapi, tapi tahun ini 10 ekor sapi. Jadi ada peningkatan 200 persen. Meski masih pandemi Covid-19, bersyukur masyarakat antusias berkurban,” katanya ditemui di Masjid Nurul Islam Kampung Sarimulya, Sabtu (1/8/2020).

Amid yang juga Ketua RT 03 RW 01 Kelurahah Setu menerangkan, antusiasnya warga berkurban selain beribadah juga sebagai bentuk kepedulian warga untuk saling berbagi di tengah pandemi covud-19 ini.

“Makna yang dapat diambil dari pelaksanaan kurban ini adalah berbagi. Akibat adanya pandemi Covid-19, banyak warga yang mengalami kekurangan. Minimal dengan daging hewan kurbanya dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan warga,” jelas Amid.

BACA JUGA: Idul Adha Kali Ini Putri Wali Kota Tangsel Sedih Tidak Bisa Kumpul Dengan Keluarga Besarnya

Pelaksanaan kurban tersebut dimulai sejak pukul 07.00 WIB-12.00 WIB dipusatkan di Masjid Nurul Islam. Selain 10 ekor sapi, juga ada 30 ekor kambing yang dikurbankan. Daging hewan kurban tersebut dikumpulkan dan dikemas menjadi lebih dari 1.000 paket.

Diketahui, Kampung Sarimulya merupakan salah satu Kampung Tangguh Jawara di Kota Tangsel yang diresmikan KaApolri melalui Polres Tangsel awal Juli lalu.

“Setelah penyembelihan dan pencacahan daging selesai dan dibungkus menggunakan kantong plastik, akan dibagikan ke masing-masing ketua RT dan dibagikan secara door to door ke rumah warga. Tercatat ada sekira 900 kepala keluarga ditambah panitia dan lainnya,” tutur Amid.

Di tempat yang sama, Lurah Setu, Naun Gunawan mengaku tidak menyangka masyarakat sangat antusias untuk berkurban meski sedang dalam masa sulit akibat wabah Covid-19.

“Saya juga tidak mengira antusias warga untuk berkurban seperti ini. Barangkali ini didasari karena iman, jadi warga tidak terpengaruh dengan wabah Covid-19 untuk berkurban,” ungkapnya. (wvyh/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.