Warga Sajira Lebak Dilanda Krisis Air Bersih

oleh -
Warga Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten, rela mengantri berjam-jam untuk mendapatkan air dari sumur di tengah Sungai Cilutung.

REDAKSI24.COM – Daerah Kabupaten Lebak, Banten diketahui saat ini tengah dihadapi musim kemarau. Akibatnya, terdapat beberapa kawasan yang dilanda kekeringan akibat dampak dari musim kemarau. Salah satunya Kecamatan Sajira, yang saat ini warganya mengalami krisis air bersih.

Warga Kampung Margaluyu, Desa Paja, Kecamatan Sajira, Lebak, terpaksa harus mengambil air dari sebuah sumur dekat Sungai Cilutung yang airnya sudah mulai mengering. Hampir tiga bulan lebih warga mengambil air dari sumur tersebut, karena suber air di rumah mereka mulai mengering akibat kemarau.

Dengan menggunakan ember kecil yang dikaitkan pada sebatang bamboo, warga mengambil air sumur. Cara itu dilakukan warga karena dasar sungai yang lumayan dalam dan sulit untuk dijangkau.

Banyaknya warga yang mengambil air, sumurpun cepat mongering. Sehingga warga harus rela mengantri menunggu sampai sumur kembali terisi air. Bahkan mereka rela menunggu berjam-jam lamanya.

Ahmadyani, salah satu warga mengatakan, hampir suluruh warga mengambil air ke sumur dekat Sumgai Cilutung. Sebab, kata dia, sumur yang ada di rumah warga sudah tidak lagi mengeluarkan air alias kering.

“Hampir setiap kemarau warga mengambil air ke sumur itu,” kata Ahmadyani kepada Redaksi24.com, Sabtu (10/8/2019).

BACA JUGA :

Kekeringan Meluas, Ribuan Hektar Padi di Banten Terancam Puso

14 Kecamatan di Lebak Rawan Kekeringan

Kesadaran Warga Lebak Terhadap Kebersihan Dinilai Rendah

Menurut Ahmadyani, sumur tersebut merupakan sumur resapan yang sengaja dibuat warga untuk digunakan sebagai penampung air saat kemarau terjadi. Jika sungai dalam kondisi normal, sumur akan tertutupi pasir dan air karena letaknya  berada di tengah sungai.

“Kalau sungai penuh, sumur tertutup pasir dan lumpur, warga akan menggali sumur itu bila kesulitan air,” katanya.

Wrga lainya, Iroh (41) mengaku sangat kesulitan air bersih, terutama untuk memasak dan minum. Sebab air sumur telah habis mongering. Kalaupun ada airnya, menurutnya, tercium aroma sabun dan lumpur.

“Kalau ada juga tidak layak untuk dipakai memasak, apalagi minum karena bau lumpur,” ujarnya.

Warga berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak bisa segera menyalurkan bantuan air bersih ke desanya. Sampai saat ini, belum ada bantuan air bersih kepada warga yang tengah mengalami krisis air bersih di Kecamatan Sajira,(Yusuf/Difa)