Warga Pulomerak Cilegon Tolak Legalisasi Wisata Pulau Merak Kecil

  • Whatsapp
pulau merak kecil cilegon
Pulau Merak Kecil menjadi destinasi wisata di Cilegon yang ramai dikunjungi wisatawan.

CILEGON, REDAKSI24.COM – Warga yang tergabung dalam Komunitas Anak Pulo menolak rencana kecamatan untuk melegalisasi destinasi wisata Pulau Merak Kecil di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon. Mereka menilai legalisasi hanya akal-akalan aparatur kecamatan untuk mengambilalih pengelolaan wisata Pulau Merak Kecil dari warga setempat.

“Kami yang sejak awal mengelola hingga ramai seperti sekarang. Tiba-tiba ada kabar pihak kecamatan akan mengambilalih pengelolaannya,” kata Ketua Komunitas Anak Pulo, Dickzy kepada Redaksi24.com, Kamis (25/6/2020).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, pemerintah kecamatan hendak menata ulang destinasi wisata Pulau Merak Kecil, mulai dari pedagang hingga perahu penyeberangan. Jika tujuannya begitu, menurut Dickzy, pihaknya akan mendukung.

“Yang jadi masalah pengelolaan akan diserahkan ke pihak ketiga, nah kami tidak terima rencana itu,” jelasnya.

Ia juga mengaku aparatur kecamatan tidak pernah melibatkan pemuda, dalam hal ini Komunitas Anak Pulo dalam rencana legalisasi pengelolaan pulau tersebut. “Seharusnya kami juga dilibatkan dalam rencana legalisasi pengelolaan pulau, tapi sampai saat ini belum,” akunya.

Sebaliknya, kata dia,  pemerintah kecamatan mengutus orang untuk melakukan penebangan beberapa pohon yang ada di pulau tersebut. “Kamis (18/6/2020) lalu ada orang yang menebangi pohon-pohon di pulau ini, katanya disuruh camat,” ungkapnya.

Menurut Dickzy, pihaknya kemudian mendatangi kantor kecamatan guna menanyakan atas dasar apa aparatur kecamatan menyuruh menebang pohon-pohon di Pulau Merak Kecil. “Padahal Pulau Merak Kecil masuknya hutang lindung, setahu kami ini kawasan konservasi,” jelasnya.

Ia merasa khawatir, jika pengelolaan Pulau Merak Kecil diambilalih pihak swasta, biayanya akan memberatkan wisatawan. Selama ini pihaknya tidak menetapkan taruf masuk bagi wisatawan yang berkunjung ke pulau seluas lebih 1 hektar tersebut.

“Wisatawan cuma mengeluarkan biaya Rp 15 ribu per orang untuk jasa penyebrangan, pulang pergi. Para pedagang juga tidak dipungut biaya, karena yang berjualan semuanya warga sekitar Kecamatan Pulomerak. Kami sudah hampir empat tahun mengelola, kami hanya ingin potensi wisata ini bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

BACA JUGA: Ambilalih Lahan Parkir, Dishub Kota Cilegon Diprotes Warga

Sementara itu, Camat Pulomerak, Muhammad Hatta mengakui pihaknya sedang mengurus legalitas destinasi wisata Pulomerak Kecil ke Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon. Ia mengaku sudah berkonsultasi dengan Sekretaris Daerah (Sekda), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Bagian Hukum Setda Kota Cilegon.

“Katanya (Pulau Merak Kecil) itu kewenangan provinsi (Banten), kami diminta untuk mengurus itu ke provinsi,” akunya.

Hatta membantahb jika pihaknya akan mengambilalih pengelolaan Pulau merak Kecil, terlebih menyerahkannya kepada pihak ketiga. “Gak ada itu, sampai saat ini kami masih mengurus legalitasnya,” tegasnya.

Terkait pengelolaan, Hatta menegaskan, sepenuhnya akan dirumuskan bersama masyarakat sekitar, khususnya kepada para pemuda yang selama ini telah mengelola pulau tersebut. Hatta mengaku hendak menyelesaikan legalitasnya terlebih dahulu.

“Pulau itu potensi wisata yang bagus, sayang kalau tidak dikelola dengan baik, nanti kalau ada apa-apa kan pemerintah juga yang disalahkan,” jelasnya.(Firasat/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.