Warga Pesisir Selatan Banten Diminta Waspadai Gelombang Tinggi

oleh -
Warga Pesisir Selatan Banten Waspadai Gelombang Tinggi BPBD Provinsi Banten samudera hindia
Kondisi cuaca pesisir selatan Banten mulai Pantai Binuangeun, Suka Hujangeun, Pantai Cihara, Pantai Panggarangan, Pantai Bayah, Pantai Sawarna dan Pantai Pulau Manuk, saat ini sedang tidak bersahabat.

KABUPATEN LEBAK, REDAKSI24.COM – Warga yang tinggal di kawasan pesisir selatan Banten, yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, diingatkan untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya gelombang dengan ketinggian empat sampai enam meter.

Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Sumardi kepada wartawan di Kabupaten Lebak, Rabu (14/7/2021) mengingatkan, ketinggian gelombang empat sampai enam meter membahayakan bagi pelayaran kapal tugboat pengangkut semen maupun batu bara.

“Kami minta pelaku pelayaran, termasuk nelayan sebaiknya menghentikan kegiatan melaut,” kata Sumardi.

Begitu juga warga dari luar pesisir selatan, dia mengimbau untuk tidak melakukan kegiatan wisata di sepanjang pantai, apalagi berenang di sekitar pantai Samudera Hindia.

BACA JUGA: Di Lebak, Warga yang Keluyuran Malam Hari Bakal Diisolasi 14 Hari

BPBD Banten juga meminta nelayan tradisional yang menggunakan perahu kincang untuk menghentikan sementara kegiatan melaut karena bisa menimbulkan kecelakaan laut.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kata dia, gelombang tinggi berkisar antara empat sampai enam meter diprediksi terjadi di perairan Samudra Hindia selatan Jawa dalam beberapa hari ke depan.

“Kami berharap warga waspada agar tidak menimbulkan korban jiwa,” katanya.

Menurut dia, kondisi cuaca pesisir selatan Banten, mulai Pantai Binuangeun, Suka Hujangeun, Pantai Cihara, Pantai Panggarangan, Pantai Bayah, Pantai Sawarna dan Pantai Pulau Manuk, saat ini sedang tidak bersahabat.

Sumardi menambahkan, BPBD Provinsi Banten sudah menyampaikan surat peringatan cuaca buruk kepada Polsek, Kesyahbandaran, TPI, petugas pengamanan pantai, pemilik hotel, relawan pantai, dan nelayan.

Penyampaian peringatan kewaspadaan dini itu guna menghindari korban jiwa. “Mudah-mudahan cuaca buruk tidak sampai dua bulan,” harapnya.(Ant/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.