Warga Pesisir Banten Diminta Waspada, Wisatawan Baiknya Hindari Pantai-Pantai Ini!

  • Whatsapp
gelombang tinggi
Ilustrasi - Gelombang tinggi melanda perairan Banten.

LEBAK, REDAKSI24.COM – Fenomena badai La Nina saat ini terus mengintai Provinsi Banten. Belakangan, badai ini diprediksi bakal menimbulkan gelombang dengan ketinggian mencapai enam meter, khususnya di Perairan Selatan Banten.

Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten mengingatkan masyarakat pesisir selatan Kabupaten Lebak untuk mewaspadai gelombang tinggi. BPBD juga meminta wisatawan tidak berenang di pesisir selatan guna mencegah kecelakaan laut.

Bacaan Lainnya

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Provinsi Banten, Sumardi kepada wartawan di Posko Kesiapsiagaan Bencana wilayah selatan Lebak, Kamis (29/10/2020) menyebutkan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banten mengeluarkan informasi peringatan dini atas gelombang tinggi berpotensi terjadi di perairan selatan Lebak dan Samudera Hindia selatan Banten.

Peluang ketinggian gelombang pesisir selatan Lebak meliputi Pantai Binuangeun, Panggarangan, Sukamaju, Bagedur, Cihara, Bayah, Pulau Manuk, Panggarangan, Sawarna hingga Tanjung Panto antara 4,0-6,0 meter dengan kecepatan angin 15 knot atau 30 kilometer per jam.

“Kami minta warga, juga wisatawan dapat mematuhi peringatan ini, karena gelombang di selatan Banten sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan kecelakaan laut. Kami khawatir mereka tersapu gelombang tinggi,” katanya.

BACA JUGA: Siaga La Nina, BPBD Banten Bangun Posko Siaga Bencana di Selatan Lebak

Ia menjelaskan cuaca pesisir pantai selatan yang berhadapan langsung perairan Samudera Hindia memiliki karakter berbeda dengan pantai di Selat Sunda bagian utara.

Gelombang karakter pantai selatan Lebak cukup tinggi juga banyak karang-karang dan berbahaya bagi warga dan pengunjung yang berenang di sekitar pantai itu.

BPBD juga menyampaikan surat peringatan imbauan cuaca buruk pada Polsek, Kesyahbandaran, TPI, petugas pengamanan pantai, pemilik hotel dan restoran.

“Kami minta warga siapsiaga menghadapi fenomena La Nina guna mengurangi risiko kebencanaan,” katanya.

Sementara itu, sejumlah warga pesisir selatan Lebak mengaku mereka tetap waspada gelombang tinggi dan disertai angin kencang. Saat ini, warga maupun wisatawan tidak terlihat mendekati pesisir pantai selatan Lebak sehubungan gelombang mencapai enam meter disertai angin kencang.

“Kami tidak berani mendekati pesisir pantai, karena cukup membahayakan keselamatan jiwa sehubungan gelombang tidak bersahabat,” kata Yudi, warga Panggarangan Kabupaten Lebak.(ANT/DIFA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.