Warga Pakuhaji Pertanyakan Alih Fungsi Gudang di Bantaran Sungai

oleh -
Warga Pakuhaji Pertanyakan Alih Fungsi Gudang di Bantaran Sungai amdal kabupaten tangerang
Dia mengaku belum ada laporan, khususnya terkait kompensasi dari perusahaan kepada warganya yang terkena dampak limbah, termasuk polusi debu dari pabrik plafon.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Ketua RW 04 Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, menyebut keberadaan sejumlah perusahaan tidak memberi kontribusi apapun kepada warga di lingkungannya.

Begitu juga terkait limbah, dia mengaku belum ada laporan, khususnya terkait kompensasi dari perusahaan kepada warganya yang terkena dampak limbah, termasuk polusi debu dari pabrik plafon.

“Kalau kompensasi, warga belum pernah terima, terkait izin dan Amdal (analisa dampak lingkungan) juga kami nggak tahu, kami akan kros cek ke lapangan,” ungkap Yasan.

Selain itu,  lanjut Yasan, sebagai pengurus lingkungan, pihaknya bersama pemerintah Desa Gaga juga akan mempertanyakan soal pengalihan fungsi gudang di bantaran anak Sungai Cisadane yang saat ini digunakan untuk memproduksi barang alias menjadi pabrik.

BACA JUGA: Camat Pakuhaji Ngaku Belum Tahu Polusi Debu Pabrik Plafon

Sementara itu, Camat Pakuhaji, Asnawi berjanji akan segera mengumpulkan para pengusaha di kecamatan binaannya, khusus yang ada di sepanjang bantaran Anak Sungai Cisadane di Desa Gaga. Rencana pemanggilan terhadap sejumlah pengusaha itu untuk mempertanyakan izin Amdalnya.

“Perusahaan ini kan berdiri di atas bantaran sungai, saya akan panggil semua untuk membahas terkait Amdal. Kalau terkait perizinan lainnya, itu bukan kewenangan saya,” ungkap Asnawi kepada wartawan, Selasa (7/12/2021).

Asnawi meminta kepada para pengusaha di kecamatannya untuk peduli terhadap lingkungan. “Kami akan tanyakan dulu kepada pihak desa seperti apa langkah dan koordinasi dengan pengusaha yang ada di desanya,” ujarnya.

Lanjut Asnawi, dampak lingkungan terhadap keberadaan perusahaan yang berdiri di atas bantaran Anak Sungai Cisadane itu, selain polusi udara, dampak genangan air pun kerap dikeluhkan warga.

“Kami akan melakukan perbaikan saluran air, dengan program itu ada alasan kami untuk membongkar warung-warung atau bangunan liar sepanjang bantaran sungai itu,” jelas Asnawi. (Burhan/Difa)

No More Posts Available.

No more pages to load.