Warga Pakuhaji Mulai Takut Bicara Polusi Debu Pabrik Plafon

oleh -
Warga Pakuhaji Mulai Takut Bicara Polusi Debu Pabrik Plafon kabupaten tangerang pt adi jaya makmur sejahtera
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang, Jayusman dalam hearing mengakui pihaknya belum bisa memberikan rekomendasi kepada bupati tanpa ada laporan resmi dari dinas terkait, khususnya DLHK.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Persoalan perizinan serta pencemaran atau polusi udara akibat aktivitas pabrik plafon milik PT Adi Jaya Makmur Sejahtera di Kampung Kamal RT 04 RW 05 Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, hingga kini belum teratasi.

Padahal sudah digelar tiga kali hearing atau rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang dengan menghadirkan dinas dan para pihak terkait. Namun dugaan pencemaran lingkungan dan pelanggaran perizinan PT Adi Jaya Makmur Sejahtera belum juga menemui titik temu.

“Pemkab Tangerang belum bisa menindak pelanggaran yang dilakukan PT Adi Jaya Makmur Sejahtera. Padahal sudah jelas menimbulkan polusi udara serta tidak mengantongi perizinan,” ungkap Ahmad Suhud Direktur Eksekutif LSM BP2A2N usai hearing bersama Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang Banten, Rabu (19/1/2022).

Yang lebih miris lagi, lanjut Ahmad Suhud, camat, Kades, RT dan RW tidak pernah hadir saat diundang hearing dengan Komisi IV DPRD, DLHK, DPMPTSP, DBMSDA dan Satpol PP Kabupaten Tangerang.

“Mereka diundang untuk hearing tidak pernah hadir, bagaimana persoalan ini bisa selesai, sementara warga terdampak polusi udara sampai saat ini juga belum ada kompensasi, mirisnya lagi, warga jadi takut bicara terkait polusi udara. Dewan juga belum bisa memberikan rekomendasi apapun kepada bupati,” jelas Suhud.

BACA JUGA: DTRB Ngaku Sudah Laporkan Pabrik Plafon Pakuhaji ke Menteri ATR/BPN

Sementara anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang, Jayusman mengakui pihaknya belum bisa memberikan rekomendasi kepada bupati tanpa ada laporan resmi dari dinas terkait, khususnya DLHK.

DLHK Kabupaten Tangerang menjanjikan 14 hari kerja untuk melakukan uji laboratorium atau uji baku mutu terhadap pencemaran atau polusi udara yang timbul dari aktivitas produksi plafon PT Adi Kaya Makmur Sejahtera.

“Masih menunggu laporan dari DLHK, karena pada hearing ke 2 mereka minta waktu 14 hari kerja untuk uji laboratorium atau uji baku mutu, tanpa itu kami belum bisa memberikan rekomendasi kepada bupati,” ujar Jayusman saat hearing di ruang rapat bersama Gedung DPRD Kabupaten Tangerang, Rabu (19/1/2022).

Dikatakan Jayusman, pihaknya bisa saja memberikan rekomendasi kepada Bupati Tangerang, namun pihaknya juga harus mempertimbangkan beberapa sisi lainnya.

“Seperti nasib karyawan yang bekerja saat ini, makanya kami menunggu surat laporan dari dinas terkait,” jelas Jayusman.

BACA JUGA: Polusi Debu Pabrik Plafon, DPRD Kabupaten Tangerang Tunggu Hasil Lab

Sementara itu, Kasi Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan C/1 DPMPTSP Kabupaten Tangerang, Reni mengaku bingung apa yang mau dijelaskan. Sebab, kata dia, PT Adi Jaya Makmur Sejahtera sudah jelas tidak terdaftar pada DPMPTSP.

“Sampai saat ini juga belum ada pengajuan permohonan perizinan dari perusahaan itu,” tegasnya.

Reni menyarankan perlu menghadirkan Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Kabupaten Tangerang untuk mengetahui status peruntukan pabrik plafon tersebut.

“Kami juga bingung, di tata ruang perusahaan itu peruntukan untuk apa,” tanya Reni.(Burhan/Difa)

No More Posts Available.

No more pages to load.