Warga Mutiara Garuda Yang Digugat Pengembang Karena Tutup Jalan di Pandemi Covid-19 , Besok Demo ke PN Tangerang

  • Whatsapp
Warga Mutiara Garuda siap demo PN Tangerang.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Lembaga Bantuan Hukum Universitas Muhammadiyah Tangerang berikan edukasi masyarakat di Komplek Mutiara Garuda, Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Banten. Hal ini dilakukan sebagai bentuk motivasi kepada masyarakat untuk dapat menghadapi gugatan pengembang yang dinilai tidak logis. 

Adanya empat warga sekitar yang digugat pengembang sebesar Rp 3,5 milliar menjadi keresahan di perumahan ini. Bagaimana tidak, aksi pengembang menggugat warganya ini dinilai tidak logis. Terlebih lagi gugatan ini dilayangkan saat adanya aksi penutupan jalan lantaran khawatir akan virus Covid-19. 

Bacaan Lainnya

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Ghufroni menyayangkan aksi ini. Dengan begitu Gufron sengaja mendatangi warga untuk memberikan pemahaman. 

“Malam tadi saya hadir  bersama para warga di komplek Mutiara Garuda  di Teluk Naga sebagai narasumber dalam acara FGD. FGD ini tentang sadar hukum sekaligus membahas persiapan menghadapi gugatan pengembang perumahan terhadap 4 orang warga (1 Ketua Forum, 3 Ketua RW),” ucapnya. 

BACA JUGA: Gara- Gara Tutup Jalan Saat PSBB, Warga Mutiara Garuda Digugat Pengembang Rp 4 M

Gufron tidak menyangkal gugatan ini dilayangkan akibat warga melakukan penutupan jalan untuk tujuan karantina mandiri demi mencegah penyebaran Covid-19. 

“Tidak tanggung-tanggung digugat untuk membayar kerugian atas penutupan jalan sebesar Rp 3,5 milyar terlebih lagi mereka meminta majelis hakim untuk meletakkan sita jaminan atas rumah milik 4 orang yang digugat itu,” ujarnya. 

Gufron menambahkan LBH Universitas Muhammadiyah Tangerang yang ditunjuk sebagai Kuasa Hukum 4 orang tersebut berkomitmen akan mengawal perkara ini hingga tuntas.

Pihaknya juga akan menyiapkan pembelaan di persidangan dengan bukti-bukti dan dalil-dalil untuk membantah isi gugatan pihak pengembang dengan sidang perdana pada hari Senin, 29 Juni 2020 di Pengadilan Negeri Tangerang. 

“Berdasar info dari warga, akan ada 100 orang yang akan ikut aksi unjuk rasa saat sidang berlangsung dan sebelumnya sudah menyampaikan pemberitahuan aksi ke Polres Metro Tangerang,” tukasnya. 

BACA JUGA: LBH UMT Siap Dampingi Warga Yang Digugat Pengembang Perumahan

Sementara itu Djamaludin yang merupakan koordinator forum tersebut mengaku berterima kasih atas adanya bantuan hukum ini. “Kami harapkan semoga kasus ini segera selesai. Karena warga juga sudah mulai resah dengan aksi koboi pengembang yang arogan,” ujarnya. 

Kata dia, masyarakat berkomitmen untuk menyuarakan aksinya Senin besok. Hal ini dilakukan untuk menyadarkan pengembang jika masyarakat tidak buta akan hukum. 

“Tolong lah kami jangan ditakuti seperti ini. Seharusnya pengembang bisa berpikir panjang bukan arogan,” tukasnya. (Iqbal/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.