Warga Mutiara Garuda Gugat Balik Pengembang Sebesar Rp42 Miliiar

  • Whatsapp
Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Ghufroni (jas hitam).

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM –Warga Perumahan Komplek Mutiara Garuda Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten, melalui kuasa hukumnya mengajukan gugatan rekonpensi atau gugatan balik kepada pengembang perumahan itu,  PT Indoglobal Adyapratama, sebesar total Rp42 miliiar, Kamis (30/7/20). 

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Ghufroni selaku kuasa hukum warga Komplek Mutiara Garuda mengatakan, pihaknya mengajukan gugatan rekonpensi atas PSU (Prasarana dan Sarana Utinitas) Komplek Mutiara Garuda, yang sampai hari ini belum diserahkan ke Pemda selama 27 tahun.

Bacaan Lainnya

“Tentu ini menjadi kerugian oleh para tergugat dan para warga di sana. Jadi harusnya jalan, akses warga bisa diperbaiki oleh Pemda melalui dana APBD, tapi karena ini belum diserahkan, menjadi beban warga dalam perbaikan sarana dan prasarana umum yang ada di perumahan,” ujar Ghufroni kepada Redaksi24.com usai menyampaikan jawaban atas gugatan penggugat sekaligus mengajukan gugatan rekonpensi.

Ia menjelaskan, pihaknya melakukan rekonpensi terhadap penggugat, dan menuntut membayar ganti kerugian Materiil Rp8,143 miliiar. Jumlah itu sudah dilakukan hitung- hitungan, atas gotong royong warga secara swadaya untuk memperbaiki akses jalan tersebut, dan sarana yang lain. 

BACA JUGA: Gara- Gara Tutup Jalan Saat PSBB, Warga Mutiara Garuda Digugat Pengembang Rp 4 M

“Setelah dihitung ada sekira 8 milliar lebih. Kemudian kerugian immateriil Rp33,320 milliar dan gugatan balik kali ini Rp41 miliaf.  Jadi totalnya kita gugat kurang lebih 42 milliar. Nanti ada sidang lanjutan pekan depan,” paparnya. 

Ghufroni juga mengungkapkan, empat warga Komplek Garuda yang digugat pengembang lantaran dianggap merugikan pihak pengembang, karena sudah menutup akses jalan komplek Mutiara Garuda untuk menghindari Covid-19, adalah gugatan yang mengada-ngada. 

BACA JUGA: Tuntutan Penutupan Jalan Mutiara Garuda di PN Tangerang Terkesan Mengada-Ngada

Dari gugatan itu, tambahnya, bisa disimpulkan bahwa pengembang tidak mendukung terkait program pemerintah dalam melakukan pencegahan virus corona. “Karena niat warga ini kan semata-mata untuk melendungi warganya, dan empat orang itu bukan pribadi, tetapi tokoh masyarakat setempat. Penutupan ini merupakan aspirasi atau keinginan dari para warganya, jadi kalau ini digugat sama saja melawan atau membangkang keputusan pemerintah,” pungkas Ghufroni. (Haris/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.