Warga Mengungsi, Polda Banten Kerahkan 200 Personil ke Pandeglang

oleh -
Banten kembali diguncang gempa berkelkuatan 7,4 SR yang berpusat di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang.

REDAKSI24.COM – Kepolisian Daerah Banten menerjunkan 200 personil ke Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang. Sebelumnya, Polres Lebak juga sudah mengirimkan 50 personilnya untuk melakukan pemantauan kondisi kawasan pantai di Kecamatan Sumur pasca gempa berkekuatan 7,4 skala richter (SR).

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardi saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya juga akan menyiapkan Polsek-Polsek yang berada di dekat pusat gempa sebagai titik evakuasi warga bila kemungkinan adanya korban.

“Kami sudah mengintruksikan seluruh jajaran Polsek untuk menyiapkan tempat evakuasi dan mengajak masyarakat untuk mengungsi ke dataran yang lebih tinggi,” katanya, Jumat (02/08/2019).

Edy juga memerintahkan jajarannya untuk patroli menjaga rumah-rumah warga yang ditinggalkan sementara karena mengungsi. Imbauan evakuasi berlaku sampai adanya info lanjutan dari BMKG dan BPBD terkait peringatan tsunami.

Berdasarkan informasi, Pos AL di Kecamatan Sumur, PLTU Labuan, Pantai Carita, Pantai Ciwandan, Pantai Anyer, Merak kondisinya masih normal. Berdasarkan informasi dari BMKG Serang, jika sampai pukul 21.35 WIB kondisi masih tetap normal, maka peringatan potensi tsunami akan diakhiri.

Sementara itu, warga di sejumlah kecamatan, terutama yang tinggal di kawasan pesisir pantai Kabupaten Pandeglang, mengungsi ke dataran lebih tinggi. Seperti warga di Kecamatan Panimbang, Labuan, Sukaresmi, Pagelaran, Carita, mulai mengungsi.

Seperti yang terpantau di kawasan Terminal Bus Labuan, ratusan warga dari beberapa kecamatan mengungsi di terminal tersebut. Tidak hanya itu, di sejumlah tempat di sepanjang jalur Labuan-Pandeglang juga banyak warga yang ngungsi, seperti di kawasan Pom Kadugadung, Indomaret, Alfamart serta sejumlah titik lainnya di jalur Labuan-Pandeglang.

Nenen, warga Labuan mengaku, takut terjadi tsunami seperti tahun lalu. Karena itu ia bersama keluarganya mengungsi di Gedung Terminal. Dede, warga lainnya mengatakan, getaran gempa bumi terasa cukup besar. Lalu ia dan warga lainnya langsung mengungsi ke terminal.

“Informasi dari BMKG gempa berpotensi tsunami. Karena takut, kami langsung mengungsi tanpa membawa barang-barang apapun, hanya pakaian yang digunakan saja,” ujarnya.(Luthfi/Samsul/Difa)

No More Posts Available.

No more pages to load.