Warga Masih Nyantai, Pemkot Cilegon Sebar Tim Sosialiasi Bahaya Corona

  • Whatsapp
Pemkot Cilegon Sosialiasi Bahaya Corona
Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi melepas kendaraan penyuluh bahaya corona di Puspemkota Cilegon, Senin (23/3/2020).

CILEGON, REDAKSI24.COM Pemkot Cilegon menyebar petugas sosialisasi bahaya dan virus corona atau covid-19 kepada seluruh elemen masyarakat di kota baja tersebut. Untuk tugas itu, Pemkot Cilegon menurunkan dua unit kendaraan roda empat untuk menjangkau langsung kepada warga.

Masih banyak warga di Kota Cilegon yang terkesan masih mengabaikan bahkan menyepelekan surat edaran (SE) dari Wali Kota Cilegon terkait ancaman Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Sampai saat ini masih banyak tempat hiburan malam memaksa buka. Padahal kami sudah ingatkan untuk tutup selama 14 hari sebagai antisipasi penyebaran virus corona,” kata Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi sebelum memberangkatkan petugas penyuluh bahaya covid-19 di Puspemkot Cilegon, Senin (23/3/2020).

Edi menyebut, pihaknya sudah mengimbau melalui surat edaran nomor 2 tahun 2020 agar pengelola tempat hiburan malam tutup sementara serta menaati Perda Nomor 2 tahun 2003.

“Sampai saat ini masih banyak ditemui warga yang berkerumun di pusat keramaian. Padahal, kami sudah memberikan instruksi agar warga menghindari tempat keramaian untuk bisa memutus rantai penyebaran Covid 19,” jelasnya.

BACA JUGA:

. Hujan Deras Sejak Dini hari, Beberapa titik di Kota Cilegon Alami Banjir Hingga 1 Meter

. Salahgunakan Instruksi Wali Kota Cilegon, 6 Pelajar Diciduk Satpol PP

. Cek Harga Sembako, Wali Kota Cilegon Sidak Pasar Kranggot

Lanjut Edi, dengan kendaraan BPBD, petugas nantinya melakukan sosialiasi bahaya virus corona kepada warga di pusat keramaian, seperti pasar, alun-alun, jalan protokol dan tempat lainnya yang berpotensi menjadi penyebar corona.

“Kami terus berupaya utnuk memberi pengertian kepada warga agar mematuhi ajuran pemerintah. Termasuk upaya untuk pengadaan APD (Alat Perlindung Diri). Tapi, belum bisa dilakukan karena barangnya (APD) sulit,” jelasnya.

Selain itu, Edi juga mengaku sedang membangun ruang isolasi guna menampung para pasien yang diduga atau dalam status Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) corona. (Firasat/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.