Warga Lebak Keluhkan Tagihan Listrik Yang Melonjak Hingga Ratusan Ribu Rupiah

  • Whatsapp
Tagihan listrik salah satu warga yang hampir tiap bulannya melonjak.

LEBAK, REDAKSI24.COM – Sejumlah warga di Kabupaten Lebak mengeluhkan adanya lonjakan tagihan listrik pada beberapa bulan terakhir. Bahkan, kenaikan tagihan listrik pada awal bulan Juni 2020 telah menembus angka ratusan ribu rupiah.

Nurabidin Ubaidillah, warga Kampung Babakan Kalapa, Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar Kabupaten Lebak mengatakan, kenaikan tagihan listrik telah terjadi pada bulan April 2020. Katanya, pada bulan April dirinya membayar tagihan listrik sebesar Rp. 827.627, jumlah tersebut mengalami kenaikan yang cukup besar dibandingkan dengan bulan sebelumnya yakni pada bulan Maret yang hanya sebesar Rp. 758.066.

Bacaan Lainnya

Katanya, kenaikan terparah terjadi pada bulan Mei dan Juni 2020, pada kedua bulan tersebut dirinya membayar lebih dari Rp 1 juta rupiah. Pada bulan Mei dirinya membayar tagihan listrik sebesar Rp. 1.005.077, dan meroket pada bulan Juni sebesar Rp. 1.226.534.

Ia merasa heran atas meroketnya tagihan listrik pada beberapa bulan terakhir, padahal pemakian listrik sama saja dengan bulan bulan sebelumnya.

“Ini ga normal, biasanya hanya beberapa ratus ribu, tapi mengapa sekarang meroket jadi satu juta lebih. Padahal pemakaian listrik sama saja seperti biasa, tidak ada juga penambahan alat-alat elektronik, ” keluh Nurabidin, Rabu (10/6/2020).

Hal serupa dikeluhkan Ayu Adriana warga Perumahan Kambang Arum, Desa Bojong Leles, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak. Dirinya heran atas kenaikan tagihan listrik rumahnya yang pada bulan Mei 2020 naik sebesar Rp. 200 ribu lebih. Padahal katanya, dirinya sudah mengurangi pemakaian listrik.

“Itu rumah jarang di isi, tapi kenapa listril naik. Pada bulan Mei biasanya hanya bayar Rp. 500 ribu, tapi sekarang bisa lebih Rp. 700 ribu, ” katanya.

Dirinya meminta pihak PLN agar memberikan kejelasan akan adanya kenaikan tagihan listrik ditengah pandemi Covid-19 ini yang dinilai tidak normal, dan hanya memperberat beban masyarakat saja.

“Harus ada kejelasan kenapa bisa meroket seperti ini, “tegasnya.

Sementara itu, Manager PLN Rayon Rangkasbitung Ismanida mengatakan, kenaikan tagihan listrik yang dialami oleh sejumlah warga di Kabupaten Lebak disebabkan oleh meningkatnya jumlah pemakaian listrik, seiring diberlakukannya dengan kebijakan Work From Home (WFH), Sekolah di rumah, dan juga bulan Ramadhan 1441 Hijriah pada bulan Mei lalu.

Ia menepis beredarnya isu kenaikan tagihan listrik disebabkan oleh adanya kenaiakan pada tarif listrik. Karena katanya, sejak tahun 2017 PLN tidak pernah menaiakan tarif listrik.

“Perhitungan tagihan listrik terdiri dari dua komponen yaitu pemakaian dan tarif, jadi bila ada lonjakan kenaikan tagihan maka sudah dipastikan karena adanya kenaikan pemakaian, karena PLN tidak ada kenaikan tarif sejak tahun 2017,” jelasnya.

Dan untuk isu adanya pemborosan pada layanan listrik pulsa, ia menyebut hal tersebut juga disebabkan oleh peningkatan penggunaan listrik.
“Sama saja dengan paskabayar, apabila pemakaian meningkat otomatis pulsa yang dibutuhkan juga meningkat,” ujarnya.

Dikatakannya, jika terdapat warga yang mengeluhkan kenaikan tagihan listrik, dapat melaporkan hal tersebut langsung ke Kantor PLN ULP rangkasbitung yang berada di Jalan RT Hardiwinangun, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

” Sudah ada beberapa pelanggan yang laporan langsung, pelanggan sudah diberikan penjelasan dan alhamdulillah menerima penjelasan kami,” pungkasnya. (Yusuf/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.