Warga Kecam Aksi Tendangan Polantas Polresta Tangerang

  • Whatsapp
Warga Kecam Polantas
Spanduk kecaman warga terhadap aksi tendangan Polantas terhadap pengendara sepeda motor di Tangerang.

REDAKSI24.COM – Sejumlah warga menggelar aksi unjukrasa memprotes aksi ‘tendangan’ yang dilakukan anggota Satlantas Polresta Tangerang kepada seorang pengendara sepeda motor yang videonya viral di media sosial. Aksi unjuk rasa yang digelar di Pertigaan Cibadak, Jalan Raya Serang, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten tersebut, dilakukan dengan cara membentangkan spanduk bertuliskan “Menolak Aksi Kekerasan Oleh Oknum Polisi Terhadap Pengendara Motor”, Jumat (30/8/2019).

Dari pantauan, aksi unjuk rasa juga diikuti dengan penandatanganan petisi oleh warga sebagai bentuk aksi penolakan kekerasan. Warga menilai, aksi tendangan yang dilakukan oknum anggota Satlantas Polresta Tangerang saat melakukan penilangan tersebut adalah sebuah tindakan kekerasan yang tidak bisa ditolerir lagi.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA:

. Heboh, Polantas Tendang Pengendara Motor di Tangerang

. Pengedar Dolar Palsu Dicokok Polantas Tangerang

Salah seorang peserta unjuk rasa Kamal mengatakan, aksi tendangan yang dilakukan oleh anggota polisi tersebut sangatlah tidak elok. Kata dia, seorang anggota polisi yang harusnya dapat menjadi contoh dan pengayom masyarakat tidak seharusnya melakukan tindakan arogan seperti itu.

“Meski pun si pengendara juga salah, tapi harusnya tidak perlu pakai kekerasan,” ucapnya kepada Redaksi24.com.

Senada, Ahmad Iwan alias Icank salah seorang warga Cibadak menilai aksi arogansi yang dilakukan oleh petugas kepolisian dengan cara menendang pengendara motor tersebut sangatlah tidak pantas. Kata dia, harusnya polisi bisa menghormati asas praduga tak bersalah meskipun nantinya si pengendara terbukti bersalah.

“Masyarakat itu bukan krminal! Aksi kekerasan seperti itu sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang anggota polisi,” cetusnya.

Ia berharap, dari peristiwa ini para polisi yang bertugas melakukan penilangan bisa lebih mempunyai rasa kemanusian, terlebih mereka adalah para pengayom masyarakat. “Harapannya polisi bisa lebih humanis saat bertugas dan jangan lagi ada tindakan kekerasan seperti ini,” tandasnya.(Ricky/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.