Warga Kampung Kelapa, Tangerang Rayakan Maulid Nabi Muhammad Sambil ‘Padangan’

oleh -

TANGERANG,REDAKSI24.COM—Aneka panganan berjejer di sepanjang jalan di Kampung Kelapa, Kelurahan Kelapa Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Sabtu (16/11/2019) malam. Panganan hasil racikan warga tersebut untuk melengkapi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 Hijriah.

Tradisi warga memang merayakan acara keislaman padangan atau makan bersama dengan aneka sajian yang dibuat oleh warga sendiri. Padangan ini menjadi tradisi warga Kampung Kelapa dan rutin dilakukan saat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Ketua Majelis Taklim Al Muhajirin, Suhartono selaku pelaksana kegiatan mengatakan kegiatan ini digelar sebagai bentuk kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Diharapkan dengan mencintainya maka sebagai umat muslim bisa mengikuti segala kebaikan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.

“Sebagai umatnya tentunya apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW menjadi contoh yang harus diikuti,” jelasnyaa.

BACA JUGA:

Peringatan Maulid Nabi Momentum Bagi Umat Islam Untuk Bersilaturahmi

Wali Kota Tangerang Hadiri Maulid Nabi Di Banksasuci

Adapun mengenai panganan yang disajikan, menurut Suhartono dilakukansebagai upaya untuk semakin memperat kekeluargaan antar warga di Kampung Kelapa. Dengan melakukan padangan ini warga bisa saling bertukar makanan yang diolah oleh masing-masing keluarga.

“Kami juga berharap melalui kegiatan ini persaudaraan dan kekeluargaan warga Kampung Kelapa bisa semakin erat,” tukasnya.

Sementara itu Ustaz Mahfud Al Ashari mengatakan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW ini hampir dirayakan oleh seluruh umat muslim di seluruh penjuru dunia. Bentuk perayaannya pun dilakukan dengan berbagai cara dan kebiasaan.

“Walaupun dirayakan secara berbeda-beda namun intinya sama sebagai rasa cinta terhadap Rasullulah,” jelasnya.
Menurut Ustaz Mahfud sangatlah beruntung bagi siapapun yang pernah melihat Nabi Muhammad SAW. Hanya saja walaupun kita belum pernah melihat Rasullulah mudah-mudahan umat muslim saat ini masih bisa disebut beruntung jika mampu menjalankan dengan baik dan benar seluruh ajarannya.

“Sebagai umat akhir zaman kita akan termasuk orang yg beruntung jika mampu menjalankan semua ajarannya,” pungkasnya. (Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.