Warga Kalibaru Geruduk PN Tangerang Terkait Dugaan Mafia Tanah di Wilayahnya

  • Whatsapp
Mafia tanah
Warga Kali Baru Datangi PN Tangerang terkait mafia tanah.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM – Puluhan warga Desa Kalibaru, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Tangerang di Jalan TMP Taruna, Kota Tangerang pada Kamis (8/10/2020). 

Warga membentangkan berbagai spanduk yang diantaranya bertuliskan ‘Stop Mafia Tanah’, ‘Tangkap Oknum V’, ‘Kami Masyarakat Kalibaru Menolak Mafia Tanah’, ‘Kembalikan Hak Masyarakat’. 

Bacaan Lainnya

Aksi damai di PN Tangerang bertujuan untuk memberikan dukungan moral kepada setidaknya 9 warga Kalibaru yang digugat perdata oleh Vreddy.

Jayana, seorang perwakilan warga mengatakan, saat ini tidak sedikit masyarakat pesisir Utara Kabupaten Tangerang dirugikan dengan munculnya NIB (Nomor Identifikasi Bidang) Tanah atas nama orang lain di lahan milik masyarakat. Ia menduga adanya praktik mafia tanah dalam perkara ini.

BACA JUGA: BPN Kabupaten Tangerang Duga Ada Mafia Tanah Yang Serobot Lahan Warga Pantura

“Kami warga di Pantura merasa resah dengan adanya dugaan praktik mafia tanah di wilayah kami,” kata pria yang akrab disapa Black ini di lokasi aksi damai kepada Redaksi24.com.

Menurut dia, gugatan Vreddy membuat masyarakat prihatin. Terlebih lagi saat ini pembangunan di wilayah Pesisir Utara, Kabupaten Tangerang terus melakukan pengembangan wilayah. 

“Kami kesini sebagai bentuk dukungan kepada saudara kami yang digugat. Sebenarnya gugatan ini merupakan bentuk strategi mereka untuk melemahkan harga tanah di wilayah ini,” ujarnya.

Dia meminta pihak kepolisian dapat menindak tegas maraknya mafia tanah di wilayah tersebut. Terlebih, saat ini mereka menganggap mafia tanah sudah semakin merajalela. 

“Kami berharap ada tindakan tegas yang dilakukan pihak terkait untuk membuat masyarakat tidak resah,” harapnya. 

Sementara itu Suef salah satu tokoh masyarakat mengatakan, kedatangannya kali ini merupakan bentuk upaya menghargai hukum. Selain dia, masyarakat pemilik lahan yang sah pun juga datang.

“Kami datang kesini sebagai tergugat. Dan kami hanya ingin memperjuangkan hak masyarakat yang memang diklaim pihak lain,” tegas Suef. 

BACA JUGA: Warga Pantura Desak BPN Tangkap Oknum Internal Yang Terlibat Serobot Tanah Mereka

Setelah menunggu sekitar 4 jam lebih dari jadwal yang ditentukan, Persidangan dibuka oleh Ketua Hakim Majelis Harry Suptanto dengan Hakim anggota Nelson Panjaitan, Subchi Eko Putro, dan Panitera Pengganti Lia Marlia.

Karena permohonan penggugat (Vreddy) dinilai kurang lengkap, Majelis Hakim memutuskan untuk menunda sidang dan memberi waktu 2 pekan kepada penggugat untuk melengkapi gugatannya.

Perkara ini terdaftar di PN Tangerang dengan nomor  868/Pdt.G/2020/PN Tng. (Iqbal/Aan)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.