Warga Jambe Diminta Tebus Sertipikat PTSL Rp1,5 Juta

oleh -
Warga Jambe Diminta Tebus Sertipikat PTSL Rp1,5 Juta
Salah satu warga, Supardi mengatakan, lebih kurang 1.600 bidang tanah warga di Desa Mekarsari sudah memiliki sertipikat dalam program PTSL.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Sejumlah warga Desa Mekarsari, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, Banten, diduga telah menjadi korban pungutan liar (Pungli) perangkat desa dalam Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Salah satu warga, Supardi mengatakan, lebih kurang 1.600 bidang tanah warga di Desa Mekarsari sudah memiliki sertipikat dalam program PTSL.

Namun sayangnya, kata dia, warga pemilik lahan harus mengeluarkan uang sebesar Rp500 ribu hingga Rp 1,5 juta agar bisa menerima sertipikat tanahnya tersebut dari perangkat desa setempat.

“Warga diharuskan bayar biaya administrasi yang melebihi ketetapan pemerintah yakni Rp150 ribu,” kata Supardi kepada wartawan, Kamis (22/9/2022).

BACA JUGA: Dewan Nilai Pendapatan Perumda Pasar NKR Tidak Realistis

Supardi mengatakan beberapa warga sudah meminta keringanan biaya penebusan sertipikat tanah kepada panitia PTSL. Namun tidak ada tanggapan dari perangkat desa. Alhasil, karena tidak memiliki biaya untuk menebusnya, warga kini hanya bisa pasrah.

“Sudah pernah minta keringanan, tapi yang didapat hanya penolakan dari panitia PTSL,” ungkapnya.

Sementara itu, Misra warga Desa Mekarsari lainnya berharap pemerintah dapat menindaklanjuti keluhan para warga pemilik sertipkat tanah tersebut. Sebab, warga merasa biaya yang dikenakan terlalu membebani mereka.

Padahal Program PTSL itu, kata dia, telah diatur jelas dalam Inpres Nomor 2 Tahun 2018. Program tersebut juga sekaligus menjadi unggulan Presiden Jokowi sejak periode pertama hingga saat ini.

“Seharusnya setiap warga hanya dibebankan biaya yang tidak melebihi dari Rp150 ribu untuk biaya pengganti patok dari BPN,” ujarnya.

“Biaya untuk menebus sertipikat lahan yang diminta panitia PTSL harusnya melihat batas kemampuan ekonomi warga,” tandasnya.(Deri/Difa)

oleh

Tinggalkan Balasan