Warga Gusuran Tol JORR II Geruduk Pemkot Tangerang

oleh -
Korban gusuran Tol JORR II datangi Pemkot Tangerang.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM– Puluhan warga Kampung Baru, Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Banten yang menjadi korban  penggusuran pembangunan jalur cepat atau Tol JORR II mengeruduk Pemda Kota Tangerang. Mereka meminta kepada Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah untuk memperjuangkan nasibnya.

” Kami datang kesini untuk bertemu Pak Wali. Tapi kalau Pak Wali tidak bisa ditemui atau memperjuangkan hak kami, kami akan pulang. Begitu pula sebaliknya, kalau memang bisa membantu kita juga akan pulang,” kata Dedi, perwakilan warga saat ditemui Kasatpol PP Agus Hendra, Selasa (15/12/2020)

Karena keinginannya untuk bertemu dengan orang nomor satu di Kota Tangerang tidak terpenuhi, warga yang mendirikan tenda di gerbang masuk Pemkot Tangerang sejak, Senin (14/12/2020) lalu menggeruduk masuk ke area kantor Pemkot Tangerang.

Akibatnya Petugas Satpol PP yang menjaga aksi tersebut kuwalahan. Beberapa warga yang tidak bisa menahan emosi sempat pingsan dan menangis histeris.

BACA JUGA: Sidang Mediasi Diundur, Warga Benda Geruduk Kantor JKC

Bagian Hukum Sekretariat Daerah yang diwakili oleh stafnya, Titto Chairil Yustiadi saat menemui warga mengatakan, bahwa pihaknya sudah berusaha menyelesaikan persoalan warga Jurumudi tersebut. Namun, katanya, karena persoalan itu menyangkut proyek strategi nasional (PSN), maka Pemkot Tangerang hanya bisa menunggu proses hukum  di PN Tangerang..

“Jadi agenda mediasi ini kita sudah diwakilkan oleh Bu Diah karena kita pihak tergugat. Pada dasarnya ini sudah disepakati dari kuasa hukum warga minta perpanjangan waktu karena menunggu surat balasan dari PUPR. Jadi Mediasi ini belum final,” ungkapnya. 

Dia mengatakan saat ini Pemkot Tangerang juga posisinya sama yakni menunggu surat tentang kompensasi dibalas oleh Kemen PUPR. “Sama-sama kita hormati proses hukum karena hanya itu caranya,” imbuh Titto.

BACA JUGA: Progres Pembangunan Tol Serpong-Cinere Capai 84,91, Ditarget Rampung 2021

Titto mengatakan kalau mediasi sebelum masuk ke pengadilan diberikan waktu oleh PN Tangerang Klas 1 A selama 1 bulan. Saat ini mediasi sudah memasuki pekan ke 3. Sehingga masih ada waktu sepekan lagi. 

“Kita punya mediasi 1 Minggu lagi. Kita akan optimalkan mediasi tingkat PN. Kita akan maksimalkan waktu mediasi. Minggu depan hasilnya sudah diketuk,” kata dia.(Iqbal/Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.