Warga Gusuran Jalan Tol JORR II Cengkareng-Batuceper Minta Keadilan Dari Pemerintah

oleh -
Warga Benda, Kota Tangerang yang menjadi korban gusuran Jalan Tol JORR II Cengkareng-Batuceper kecewa karena gugatannya di PN Kota Tangerang ditolak.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM – Pengadilan Negeri kota Tangerang menolak gugatan yang dilayangkan kuasa hukum warga Kecamatan Benda yang menjadi korban penggusuran Jalan Tol JORR II Ruas Dua Ruas Cengkareng-Batuceper, Selasa (24/8/2021). 

Hal tersebut dijelaskan Kuasa Hukum Penggugat dari LPBH NU Kabupaten Tangerang, Anggi Alwik Juli Siregas. “Tadi putusan itu dibacakan oleh Majelis Hakim sekira pukul 12.00 WIB lewat, putusan itu menyatakan bahwa gugatan terhadap tergugat ditolak seluruhnya,” kata Anggi.

Anggi menjelaskan, gugatan kliennya yang dilayangkan pada 25 September 2020 lalu ditolak oleh PN Kota Tangerang karena dianggap kabur dan tidak jelas

“Gugatan yang kita inginkan soal PMH (perbuatan melawan hukum) ya, tapi memang pertimbangan saksinya. Rincian yang kita buat soal tanah dan bangunan gitu,” ujarnya.

BACA JUGA: Warga Gusuran Tol JORR II Geruduk Pemkot Tangerang

Langkah selanjutnya, kata Anggi, ia bersama kliennya akan melakukan perundingan terkait dengan keputusan ataupun langkah kedepannya terhadap keputusan pengadilan itu.

“Kita akan konsolidasi dahulu, dan warga akan kembali ke posko atau penginapan,” tandas dia.

BACA JUGA: Ketua PN Tangerang Dorong Warga Jurumudi Libatkan Tim Appraisal Independen

Anggi menambahkan, gugatan materiil yang dilayangkan pihaknya senilai Rp59 Miliar lebih dan gugatan immateriil senilai Rp1 Miliar. “Karena warga itu menginginkannya disamakan dengan yang lain,” pungkasnya. 

Mendengar gugatannya ditolak, warga Kampung Baru, Kelurahan Jurumudi Baru, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Banten, yang sejak dini hari datang ke lokasi untuk mengawal sidang tersebut tak kuasa menahan emosi.

Mereka menangis dan berteriak histeri. Bahwa diantara mereka juga sempat melempari gedung pengadilan dengan botol air mineral. “Sudah satu tahun kami menunggu,” teriak salah satu warga  sambil terisak.

“Buat apa ada pengadilan, buat apa ?,” sambung warga lainnya.

Sementara itu salah satu warga, Dedi Sutrisno mengungkapkan, pihaknya merasa kecewa terhadap keputusan pengadilan yang menolak gugatan warga. “Uang yang sudah dinilai sama KJPP yang dititipkan di pengadilan tidak sesuai dengan resume, uang kami dirampok,” ungkapnya.

Tapi, lanjut dia, kenapa keadilan itu tidak berpihak pada  rakyat kecil dan Keadilan hanya ada buat orang-orang pengusaha, buat pengembang, buat rakyat kecil seperti kami keadilan sudah mati karena jelas uang kami dirampok,” imbuhnya.

Kendati begitu, kata Dedi, warga akan tetap berupaya mendapatkan keadilan, dengan cara akan berdiskusi dengan kuasa hukum mereka. “Ada 23 bidang, 72 KK dan 228 jiwa, sekarang kami tidak punya tempat tinggal. Kami sudah jadi gembel, di mana tanggung jawab pemerintah terhadap masyarakatnya,” pungkasnya. (Candra/Aan).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.