Warga Dua Desa di Patia Pandeglang Gotong Royong Perbaiki Jembatan Rusak

oleh -
jembatan rusak Patia Pandeglang
Warga Desa Surianen dan Ciawi Kecamatan Patia, PAndeglang gotong royong memperbaiki jembatan rusak,

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Sejumlah Kepala Desa (Kades) bersama warga di Kecamatan Patia, Pandeglang, bergotong royong melakukan perbaikan Jembatan Surianen. Jembatan tersebut telah lama rusak dan hingga kini belum ada penanganan dari Pemkab Pandeglang.

Perbaikan jembatan rusak yang dilakukan sejumlah Kades dan warga di Kecamatan Patia dilakukan secara manual, karena tidak adanya bantuan alat berat untuk perbaikan tersebut. Satu persatu, warga menambal badan jembatan dengan bahan material.

Material untuk perbaikan jembatan yang menghubungkan antara Kecamatan Patia – Pagelaran itu hasil dari iuran Kades Surianen dan Kades Ciawi.

Kepala Desa Surianen, Kecamatan Patia, Buang mengakui bersama warga tengah memperbaiki Jembatan Surianen yang saat ini rusak. Meski harus merogoh kocek pribadi, menurut dia,  yang terpenting jembatan itu memadai dan tidak membahayakan para penggunanya.

“Jembatan Surianen ini akses utama bagi warga beberapa kecamatan. Maka jika didiamkan khawatir akan memakan korban, karena badan jembatan sudah banyak yang ambrol,” ungkapnya, Minggu (5/4/2020).

Dikatakannya, perbaikan jembatan itu sudah dilakukan sejak dari kemarin, karena banyaknya aktivitas lalulintas dan keterbatasan alat, sehingga perbaikan yang dilakukannya bersama warga tidak bisa selesai dalam waktu satu hari.

“Saya dan Kades Ciawi yang menyediakan bahan matrial dan warga yang mengerjakan bersama. Karena jika harus menunggu dari pemerintah, kami khawatir kerusakan akan bertambah parah dan khawatir akan memakan korban,” katanya.

BACA JUGA:

. Tak Sediakan Sarana Cuci Tangan, Ketua DPRD Pandeglang Sesalkan Camat Pagelaran

. Mulai 8 April, Bus AKAP Dilarang Masuk Terminal Labuan Pandeglang

. Pemkab Pandeglang Fokus Pada Kecamatan ODP Covid-19 Tertinggi

Harusnya memang lanjut Buang, jembatan yang rusak ini ditambal dengan beton, namun karena dananya hanya dari iuran, akhirnya ia dan kades yang lain hanya bisa melakukan perbaikan secara manual.

“Sebetulnya kami juga sudah sempat meminta bantuan kepada pemerintah, agar jembatan Surianen ini diperbaiki. Tapi belum ada tindakan, makanya untuk meminimalisir kerusakan dan menghindari kecelakaan lalulintas, kami berinisiatif memperbaiki jembatan secara swadaya,” ujarnya.

Kepala Desa Ciawi, Kecamatan Patia, Sobur membenarkan, saat ini tengah bergotong royong melakukan perbaikan jembatan. Hal itu, sebagai bentuk kepedulian terhadap jembatan rusak agar para pengendara yang melintas di jembatan itu merasa nyaman.

“Ini kepedulian kami, supaya jembatan layak dilalui para pengguna,” tandasnya.(Samsul Fathoni/Difa)