Warga Desa Tapos Datangi Kantor Desa, Minta Tigaraksa Golf & Residence Tidak Ditutup

  • Whatsapp
Tigaraksa Golf and Residance

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM—Sejumlah warga Desa Tapos, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang mendatangi kantor desa. Mereka meminta pihak desa menyampaikan aspirasi warga kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk tidak menutup sementara Tigaraksa Golf and Residence (TGR).

Kades Tapos Khaerudin menjelaskan kedatangan warganya yang merupakan pegawai TGR tersebut karena mereka kebingunan untuk memenuhi kebutuhan hidupya jika tempat berkerjanya ditutup semntara sesuai dengan Surat Edaran Bupati Tangerang terkait mewabahnya Covid-19 atau virus Corona.

Bacaan Lainnya

“Mereka meminta jangan ditutup. Alasan jangan ditutup kebutuhan kami siapa yang menanggung kalau memang Pa Lurah (kades-red) mau menanggung silahkan,” ujarnya Khaerudin mencontohkan ucapan warga.

Menanggapi permintaan warganya tersebut, Khaerudin mengaku menyerahkan semuanya kepada masyarakat dan pihak manajemen TGR.

Kata dia, apabila pihak perusahaan bisa memanajemen dan mengantisipasi wabah virus Corona pihaknya mempersilahkan untuk beroperasi.

“Kalau saya hanya menjalankan perintah tugas sesuai undang undang. Kalau itu tetap dibuka silahkan, saya kembalikan kepada masyarakat,” katanya

Meski demikian jika tetap ingin beroperasi, ia menghimbau kepada pihak Perusahaan bisa melakukan langkah antisipasi penyebaran Covid-19, diantaranya dengan rutin melakukan penyemprotan disinfektan atau himbauan kepada karyawan dan member golf untuk selalu menjaga jarak (Sosial Distancing).

“Saya rasa perusahaan juga tidak mungkin dia membuka tapi tidak bertanggung jawab untuk mengantisipasi virus itu. Saya kembalikan lagi kepada masyarakat,” tandasnya

Andri Kevin (33) salah seorang warga Tapos mengatakan, alasan warga yang menginginkan aktifitas golf dihentikan memang beralasan, mengingat sebagian besar member di TGR adalah para Warga Negara Asing (WNA). Warga khawatir terpapar virus Corona.

Hanya saja jika dilihat dari banyaknya warga Tapos yang bekerja di TGR hal tersebut bisa jadi pertimbangan lain. Terpenting, pihak perusahaan bisa melakukan langkah antisipasi penyebaran wabah Covid-19.

“Yang penting harus ada langkah antisipasi pencegahan seperti himbauan social distancing dan penyemprotan disinfektan di sekitar lingkungan golf,” tukasnya

Sementara itu Pengawas Pusat TGR Suyudi menjelaskan pihaknya tidak berniat untuk mengabaikan surat Bupati Tangerang yang meminta aktifitas di TGR dihentikan sementara. Namun dari hasil rapat dengan aparat desa Tapos, tokoh-tokoh masyarat desa Tapos, karena banyaknya jumlah pegawai yang menggantungkan hidupnya di TGR, akhirnya mengambil kesepakatan untuk tetap buka walaupun dibatasi.

“Untuk sementara kami hanya buka Kamis sampai Minggu. Senin sampai dengan Rabu libur. Sehingga pegawai kami yang berjumlah 400 orang masih tetap mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya,” jelasnya Suyudi.

Suyudi mengaku. hampir 90 persen pegawai yang bekerja di TGR merupakan warga asli Tapos dan beberapa desa di sekitarnya. Bahkan khusus untuk tenaga kebersihan taman merupakan janda-janda tua agar mereka tetap memiliki penghasilan.

Terkait peredaran virus Corona, Suyudi mengaku pihak TGR telah mengantisipasinya sejak jauh-jauh hari. Selain rutin melakukan penyemprotan cairan disinfektan di lokasi perusahaan dan lingkungan masyarakat sekitar, pihaknya juga memberlakukan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat bagi pelanggan yang hendak bermain golf dan pegawainya.

Menurut Suyudi, sebelum masuk ke lapangan baik pelanggan maupun pegawai wajib disemprot cairan antiseptik, dan kendaraaan yang dibawanya disemprot oleh cairan disinfektan.

“Khusus untuk pegaiwai seperti caddy kami bekali juga dengan hand sanitizer dan sarung tangan. Karena olahraga golf unuk menjaga kebugarannya, mereka akan komplain jika SOP yang dijalankan tidak safety termasuk ari virus Corona,” jelas Suyudi.

Selain itu menurut Suyudi, jumlah pemain serta waktu operasional pun di masa wabah Corona ini dibatasi untuk menjalankan social distancing.

“Kami buka hari Kamis dan Jumat hanya untuk mengatur pemain untuk bermain golf di hari Sabtu dan Minggu,” jelas Suyudi. (Ricky/Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.