Warga Cibarani Pandeglang Berbagi Dana BLT Dampak Covid-19

  • Whatsapp
Dana BLT Dampak Covid-19
Ilustrasi - Bantuan sosial dampak covid-19.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Warga satu kampung di Desa Cibarani, Kecamatan Cisata, Kabupaten Pandeglang, menjalin kesepakatan untuk membagi dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) dampak covid-19 dengan warga yang tidak mendapatkan bantuan sosial tersebut.

Ketua RT 05 Kampung Pasirpicung, Desa Cibarani, Asep mengatakan, sesuai hasil kesepakatan, dana BLT warga Kampung Pasirpicung dibagi rata dengan warga yang tidak mendapatkan. Asep mengatakan, di kampungnya, dari 180 KK, hanya 60 KK yang mendapatkan BLT dampak covid-19.

Bacaan Lainnya

“Karena kuotanya hanya dapat 60 KK, maka dana BLT itu dibagi rata, dari sebesar Rp600 ribu, dibagi rata menjadi sebesar Rp200 ribu per KK,” ungkapnya, Sabtu (13/6/2020).

Dikatakannya, dalam musyawarah untuk menjalin kesepakatan dana BLT dibagi rata, melibatkan sebanyak 8 RT dan 2 RW serta warga yang mendapatkan BLT. Dalam musyawarah itu juga dihadiri ketua karang taruna, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda setempat.

Terpisah, Kepala Desa Cibarani, Kecamatan Cisata, Cecep Muhidin membenarkan warga Kampung Pasirpicung membuat kesepakatan dana BLT dibagi rata. Karena di kampung tersebut, tidak semua warga mendapatkan bantuan BLT yang bersumber dari dana desa.

“Awalnya saya juga tidak tahu jika warga Kampung Pasirpicung membuat kesepakatan. Karena hal itu sudah terjadi dan berdasarkan hasil musyawarah, kami setuju saja, karena yang membuat kesepakatan itu warga, bukan inisiatif desa,” imbuhnya.

Diakuinya, BLT dari dana desa yang diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tersebut masing-masing sebesar Rp 600 ribu.  Di Kampung Pasirpicung, kata dia, hanya mendapatkan kuota sebanyak 60 KPM, sementara masih banyak KK yang belum mendapatkan.

Karena ada sikap kepedulian terhadap sesama, para KPM yang mendapatkan BLT di kampung itu membuat kesepakatan dana BLT dibagi kepada warga yang belum mendapatkan.

“Kami tidak menyarankan dana BLT itu dibagi rata. Karena itu atas kesepakatan bersama, kami rasa tidak jadi masalah, karena warga yang membuat inisiatif,” ujarnya.

Dia berharap  warga yang belum tercover BLT dana desa bisa masuk program bantuan lain, seperti dari Kabupaten Pandeglang, maupun Bansos lainnya.

“Masih banyak warga yang belum mendapatkan Bansos covid-19, dan itu di luar penerima Bansos seperti sembako BPNT, PKH dan Jamsosratu. Kami akan terus berupaya yang belum tercover dana desa bisa masuk di program BST lainnya,” harapnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.