Warga Bumi Jati Elok Pagedangan Bakal Punya TPU

oleh -
Warga Bumi Jati Elok Pagedangan Bakal Punya TPU dinas perkim dan pemakaman kabupaten tangerang
Warga Perumahan Bumi Jati Elok menyampaikan aspirasinya ke DPRD Kabupaten Tangerang, Selasa (28/9/2021).

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24 – Impian warga Perumahan Bumi Jati Elok, Desa Malang Nengah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang untuk memiliki Tempat Pemakaman Umum (TPU) selangkah lagi akan terwujud. Selama bertahun-tahun warga kebingungan mencari tempat pemakaman ketika ada yang meninggal dunia.

Kepastian itu terungkap saat warga Perumahan Bumi Jati Elok menyampaikan aspirasinya ke DPRD Kabupaten Tangerang, Selasa (28/9/2021). Perwakilan warga diterima Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang, HM Supriyadi dan Kepala Dinas Perumahan Permukiman Pemakaman, Iwan Firmansyah.

HM Supriyadi mengatakan, aspirasi warga Bumi Jati Elok Desa Malang Nengah merupakan tindak lanjut dari hasil reses anggota DPRD Kabupaten Tangerang beberapa waktu lalu di Kecamatan Pagedangan.

“Begitu mendengar keluhan dari warga yang kerepotan mencari tempat makam ketika ada warga meninggal dunia, saya langsung berkoodinasi dengan Dinas Perkim dan Pemakaman,” ujarnya.

BACA JUGA: TPU Kirana Solear Kabupaten Tangerang Kumuh Tak Terawat

Lebih lanjut Politisi PDI Perjuangan ini mengungkapkan, setelah berkoordinasi dengan Pimpinan DPRD langsung mengelar hearing mengundang warga dan Dinas Perkim Pemakaman.

“Pak Kadisnya langsung yang hadir dan mudah-mudahan impian warga Bumi Jati Elok punya TPU akan terwujud,” kata pria yang biasa disapa Yadi ini.

Salah satu perwakilan warga, Sularno mengatakan, betapa kerepotanya warga Perumahan Bumi Jati Elok yang jumlahnya kini mencapai ribuan jiwa mencari tempat pemakaman di sekitar Pagedangan saat ada yang meninggal dunia.

“Kendalanya mulai dari warga sekitar TPU sampai petugasnya yang berbelit-belit dalam memperbolehkan warga kami dimakamkan hingga memungut biaya hingga jutaan untuk menggali kubur, papan dan lain-lain,” tuturnya.

Selain itu, tambahnya, warga juga mempertanyakan kejelasan aspirasi ini yang disampaikan sejak 2016.

Kadis Perkim dan Pemakaman, Iwan Firmansyah menjelaskan, pengembang telah menyerahkan 2 persen dari luas lahan, sekitar 2.600 meter untuk TPU. “Saya belum menjabat saat itu, namun pengadaan lahan TPU sudah ada sekitar 2.600 telah diserahkan pengembang, nanti kami ngecek lahan rumah masa depan (TPU),” gurau Iwan.

Menyikapi adanya warga yang kesulitan ketika akan memakamkan, Iwan menegaskan, Pemkab Tangerang telah memiliki aturan. Seluruh warga Kabupaten Tangerang bisa dimakamkam di TPU terdekat yang dikelola Pemkab Tangerang.

Iwan mengakui adanya biaya pemakaman untuk penggali makam dan lainnya. Biaya itu, kata dia, karena keterbatasan anggaran pengelolaan TPU. “Biaya buat gali kubur dan lainnya memang tidak ditetapkan, namun sudah ditegaskan agar tidak memberatkan keluarga yang sedang berduka,” tandasnya.(Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.