Warga Baduy Minta Perlindungan Batas Wilayah Adat Dipertegas

  • Whatsapp
Warga Adat Baduy sampaikan aspirasi kepada Anggota Komisi III DPR RI, Ade Rossi Chaerunnisa.

LEBAK,  REDAKSI24.COM – Warga suku adat Baduy,  meminta Pemerintah  baik pusat  maupun daerah melalui regulasi yang ada untuk mempertegas peraturan mengenai perlindungan batas wilayah Masyarakat  Adat. 

Hal tersebut  disampaikan  tetua Adat Baduy,  Jaro Saija saat menerima kunjungan  dari Anggota Komisi III DPR RI Ade Rossi Chaerunnisa di kediamannya di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar,  Kabupaten  Lebak, Senin (15/6/2020).

Bacaan Lainnya

Permintaan tersebut  disampaikan, karena kata Jaro Saija,  sering adanya pihak yang tidak bertanggung jawab dengan sengaja menggeser patok yang merupakan tanda pembatas wilayah adat baduy.  Sehingga terjadinya penyempitan wilayah adat. Untuk itu, pihaknya mengusulkan agar dilakukannya pengukuran kembali terhadap wilayah  suku adat baduy. 

“Kami butuh perlindungan,  payung hukum yang jelas,  khususnya  terkait lahan.  Kami tidak ingin hak wilayah adat diambil orang lain,  harus tetap seperti yang telah diukur pada zaman dulu. Karena pergeseran patok pasti ada,  untuk itu dari tetua adat lainnya meminta agar dilakukannya pengukuran ulang, ” kata Saija. 

Dalam kesempatan  tersebut, dirinya juga menyampaikan beberapa aspirasi warga baduy lainnya, seperti pengakuan kepercayaan  Sunda Wiwitan yang merupakan kepercayaan  masyarakat adat baduy sejak dulu kala. 

“Kita minta kepercayaan sunda wiwitan ini dapat dicantumkan di kolom E-KTP warga Baduy.  Karena ini merupakan kepercayaan dari para leluhur, ” pintanya. 

Menyambut aspirasi warga Baduy,  Anggota Komisi III DPR RI Ade Rossi Chaerunnisa berjanji akan menyampaikan  aspirasi tersebut  ke pemerintah  pusat. Dan juga akan menindak lanjutinya ke dalam draft Rencana Undang-undang  (RUU)  Masyarakat  Adat yang saat ini tengah disusun di meja parlemen DPR RI.  

” Kedatangan kami kesini untuk meminta masukan kepada para tetua adat baduy agar keberadaan RUU masyarakat adat ini dapat sempurna,” kata Ade Rossi.

Ia memaparkan,  pada RUU masyarakat  adat ini nantinya akan ada regulasi atau ketentuan yang didalamnya tercantum perihal batas wilayah,  kebudayaan,  agama dan kepercayaan. Dirinya berharap  RUU masyarakat adat ini dapat turut  melestarikan  masyarakat  di Indonesia.

“Saya akan sampaikan aspirasi ini,  agar RUU masyarakat  adat dapat lebih sempurna.  Jangan sampai Undang-undang  yang tadinya berniat untuk  melindungi masyarakat  adat tetapi mengesampingkan  hal-hal krusial yang mereka alami, “pungkasnya. (Yusuf/Aan)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.