Warga Babakan Abaikan PSBB Demi Nasi Bungkus dan Sembako

  • Whatsapp
Warga Babakan Kota Tangerang berkumpul menunggu makanan dan sembako saat jelang buka puasa.
Warga Babakan Kota Tangerang berkumpul menunggu makanan dan sembako saat jelang buka puasa.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM—Ditengah penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Kota Tangerang, ternyata masih ada sebagian kecil warga yang tidak menghiraukan himbauan PSBB dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.

Bukanya menetap di rumah saja, puluhan warga Babakan di kelurahan Babakan, justru berkerumun di tepi Jalan Perintis Kemerdekaan. Mulai dari orang tua hingga anak-anak mereka ikut berkerumun, tepatnya setelah perempatan lampu merah Perintis Kemerdekaan hingga musala Ijtihad.

Bacaan Lainnya

Penasaran dengan apa yang membuat warga Babakan ini berkerumun, Redaksi24.com berusaha mencari tahu informasinya. Ternyata, puluhan warga Babakan ini mengharapkan uluran bantuan dari pengguna jalan.

“Daripada kami mati kelaparan dengan berdiam diri saja di rumah, lebih baik saya ajak anak-anak untuk menunggu uluran tangan orang yang masih peduli dengan nasib kami,” kata Ana, salah satu warga Babakan.

BACA JUGA:

Hari Pertama PSBB, Wali Kota Tangerang Tinjau Lokasi Check Point

Bantuan Pemerintah Tak Kunjung Datang, Warga Kota Tangerang Swadaya Galang Donasi

Menurut pengakuan Ana, setiap hari ada saja pengguna jalan yang mengulurkan bantuan berupa nasi bungkus maupun sembako.

“Kalau kami hanya berdiam diri di rumah dan menunggu bantuan dari Pemkot, bisa mati kelaparan. Karena sampai sekarang belum ada bantuan yang disalurkan ke kami hingga PSBB telah satu minggu ditetapkan,” pungkasnya.

Hal senada diungkapkan Handoko, menurut pria yang sehari-hari berdagang asongan ini, semenjak ditetapkan PSBB, Ia tidak lagi dapat berdagang.

“Kalau tidak menunggu uluran bantuan ditepi jalan begini, darimana anak istri saya bisa makan,” tukasnya.

Sebelum Ramadan tiba, puluhan warga babakan ini berkerumun di tepi jalan Perintis kemerdekaan, dari pagi hingga sore. Namun saat Ramadan kerumunan warga terlihat hanya ketika sore tiba.

Yang membuat pengguna jalan ataupun warga lain merasa tidak nyaman, warga Babakan Pasar limbah dan Babakan Timbul ini hanya segelintir orang saja yang mengenakan masker.

Tidak nampak petugas gugus tugas atau Satpol PP yang berjaga-jaga di sekitaran Jalan Perintis Kemerdekaan. Padahal pengguna jalan dan warga sekitar telah berulang kali melaporkan hal ini.

“Mestinya dititik yang masih ramai kerumunan ada petugas gugus atau Satpol PP yang berjaga, jangan hanya diusirin. Percuma, ga lama petugas pada pergi, mereka pada balik lagi ke tepi jalan. Ini terjadi berulang kali di depan mata kita, sudah seperti main kucing-kucingan,” kata Mus salah satu jurnalis yang seringkali berada di sekretariat Pokja WHTR. (Ardi/Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.