Wapres Ma’ruf Amin Tegaskan Netralitas ASN Penentu Kualitas Pilkada

  • Whatsapp
Wapres Ma'ruf Amin menegaskan netralitas ASN menentukan kualitas pilkada
Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin saat menyampaikan pidato kunci pada acara Kampanye Virtual Gerakan Nasional Netralitas Aparatur Sipil Negara dari rumah dinas wapres di Jakarta, Rabu (7/10/2020).

JAKARATA, REDAKSI24.COM—Wapres (Wakil Presiden) Ma’ruf Amin menegaskan netralitas aparatur sipil negara (ASN) menjadi faktor penentu kualitas dan keberhasilan pelaksanaan Pilkada 2020.

“Netralitas adalah salah satu faktor penentu kualitas demokrasi dan kontestasi dalam pemilihan umum. Perhatian terkait hal ini  harus mendapatkan prioritas kita bersama, demi menjaga amanah konstitusi tentang demokrasi dan kedaulatan rakyat,” kata Ma’ruf Amin dalam pidato kunci pada Kampanye Virtual Gerakan Nasional Netralitas ASN (GNNA), Rabu.

Bacaan Lainnya

Pilkada merupakan mandat konstitusi sekaligus sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi politiknya secara demokratis.

Oleh karena itu, Wapres Ma’ruf Amin meminta pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 harus dilakukan secara terbuka, akuntabel, berintegritas dan netral.

“Kesakralan prosesi demokratis pilkada, yaitu keterbukaan, akuntabilitas, integritas dan netralitas dalam penyelenggaraannya, harus kita jaga agar tidak dikotori oleh hal-hal yang dapat merusak esensi dan sendi-sendi dasar demokrasi itu sendiri,” tegasnya.

Menurutnya, dalam UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN telah disebutkan jelas bahwa penyelenggaraan kebijakan dan manajemen ASN didasarkan pada asas netralitas.

Sehingga, lanjut Wapres, netralitas menjadi prinsip, nilai dasar, kode etik dan kode perilaku yang tidak dapat dipisahkan dari ASN.

Wapres juga berharap pembentukan SKB (Surat Keputusan Bersama) tentang Pengawasan Netralitas ASN dalam Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 dapat diterapkan dengan benar oleh seluruh instansi dan ASN di 270 daerah.

Dalam acara Kampanye Virtual itu juga dilakukan Deklarasi GNNA dalam rangka Pilkada Serentak Tahun 2020. Deklarasi tersebut berisi empat poin komitmen yang harus dilakukan seluruh ASN selama pelaksanaan tahapan Pilkada.

Komitmen dimaksud yakni menjaga dan menegakkan prinsip netralitas ASN; menghindari konflik kepentingan, tidak melakukan praktik intimidasi dan ancaman kepada pegawai ASN dan masyarakat, tidak memihak kepada paslon tertentu.

Selain itu menggunakan media sosial secara bijak, tidak untuk mendukung paslon, tidak untuk ujaran kebencian dan berita bohong; serta menolak politik uang dan segala jenis pemberian dalam bentuk apa pun.(Fransiska/Ant/Jaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.