Wali Kota Tangerang Minta Warga Batasi Jumlah Jamaah Tahlilan

oleh -
tahlilan wali kota tangerang warga jamaah covid-19 banten
Wali Kota Tangerang Arif R Wismansyah kepada wartawan Jumat (18/6/2021) mengatakan, warga masih bisa tetap menggelar tahlillan dalam bentuk kelompok-kelompok kecil atau dalam lingkungan keluarga.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Banten mengimbau warganya untuk membatasi jumlah jamaah dalam setiap kegiatan tahlilan. Permintaan itu dimaksudkan untuk menekan penyebaran COVID-19 di kota akhlakul kharimah tersebut.

Wali Kota Tangerang Arif R Wismansyah kepada wartawan Jumat (18/6/2021) mengatakan, warga masih bisa tetap menggelar tahlillan dalam bentuk kelompok-kelompok kecil atau dalam lingkungan keluarga.

“Semua aturan ini harus menjadi perhatian semua pihak, terlebih saat masa perpanjangan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berskala mikro),” kata Arief R Wismansyah.

Kegiatan yang dapat menimbulkan keramaian, kata Arif, diharapkan bisa dihindari seiring dengan lonjakan kasus COVID-19 yang sedang meningkat tajam selama 10 hari terakhir.

BACA JUGA: Selama PPKM Mikro, Bioskop di Kota Tangerang Ditutup Lagi

Diketahui saat ini Pemkot Tangerang telah membatasi jam operasional kegiatan ekonomi di pusat belanja hingga rumah makan yang hanya buka atau melayani makan di tempat hingga pukul 19.00 WIB dan selanjutnya sampai pukul 21.00 WIB.

Kemudian kegiatan pernikahan dan khitanan juga disarankan untuk menggunakan makanan paket, bukan prasmanan demi menghindari terjadinya penyebaran COVID-19.

Camat dan Lurah diminta melakukan pengawasan dan sosialisasi kepada masyarakat agar kasus COVID-19 dapat ditekan, sebab BOR RS mencapai 85 persen dan tempat isolasi sudah penuh.

“Kebijakan ini kami ambil demi keselamatan dan kesehatan semua masyarakat dan kebaikan semua. Maka itu selalu terapkan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan,” ujarnya.

Upaya lainnya adalah penindakan kepada warga yang tidak menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar rumah termasuk pedagang. Sebab hasil sidak yang dilakukan ada pedagang yang sengaja tidak memakai masker.

Penindakan akan ditingkatkan aparat di lapangan agar kesadaran warga dalam menggunakan masker lebih tinggi lagi dan penyebaran COVID-19 dapat ditekan. “Kalau tidak menggunakan masker, tindak saja. Bagi pelaku usaha bisa dikenai sanksi penutupan,” tegasnya.(Ant/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.