Wali Kota Cilegon Tak Setuju Karantina Wilayah

  • Whatsapp
karantina wilayah cilegon
Wali Kota Cilegon, Banten, Edi Ariadi.

CILEGON, REDAKSI24.COM –  Wali Kota Cilegon, Banten Edi Ariadi mengaku enggan untuk menerapkan karantina wilayah. Edi mengaku khawatir warganya akan sulit mendapatkan kebutuhan pokok jika Cilegon menerapkan karantina wilayah.

“Nggak, jangan ngomong itulah (karantina wilayah), jangan sampai karantina wilayah, aje (jangan) gati (susah) sembako segale,” kata Edi usai rapat koordinasi terbatas gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Aula Diskominfo Kota Cilegon, Senin (30/3/2020).

Bacaan Lainnya

Ia juga mengatakan, meskipun memang jumlah orang dalam pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pemantauan (PDP) di Kota Cilegon semakin bertambah, namun setelah dilakukan observasi mereka semua hasilnya negatif Covid-19.

“Lihat aja hasil evaluasinya, memang orang dengan pengawasan bertambah, tapi kan setelah diobservasi nggak ada yang positif,” tambahnya.

BACA JUGA:

. Edukasi Warga, Kammi Cilegon Bentuk Satgas Covid-19

. Dampak Covid-19, Pemohon SIM di Polres Cilegon Menurun 30%

. HMI Serang dan Cilegon Mendesak Penerapan Karantina Wilayah

Sementara itu, desakan menerapkan karantina wilayah juga disampaikan Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Cilegon (PP IMC). Mereka menilai, Kota Cilegon merupakan jalur perlintasan antar pulau dan sangat rentan terhadap penyakit penyebaran corona virus disease atau Covid-19.

Ketua Umum PP IMC Rizki Putera Sandika mengatakan, mobilitas warga dari berbagai daerah akan terhubung melalui transportasi Pelabuhan Penyeberangan Merak. Karena, menurut dia, Cilegon sudah ahrus menerapkan kebijakan karantina wilayah.

“Cilegon merupakan jalur perlintasan, dan enggak tahu yang datang itu terpapar virus atau enggak, Jadi kami minta Wali Kota Cilegon menerapkan karantina wilayah,” kata Rizki kepada Redaksi24.com, Senin (30/3/2020).

Menurut Rizki, karantina wilayah tidak sampai membuat ekonomi menjadi lumpuh. Ada beberapa segmen penopang perekonomian yang tetap berjalan selama masa karantina berlangsung. (Firasat/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.