Wakil Wali Kota Tangsel Akan Panggil Dindikbud Soal Wisuda Stella Maris BSD

  • Whatsapp
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie.

TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel yang kecolongan dengan adanya sekolah yang menyelenggarakan wisuda drive thru.

Ben mangaku, hingga saat ini dirinya belum mengetahui ihwal soal Stella Maris School BSD yang menyelenggarakan wisuda drive thru pada Senin (15/6/2020).

Bacaan Lainnya

“Ya, saya nanti akan panggil Kepala Dinas Pendidikan untuk meminta penjelasannya seperti apa,” katanya di depan Balai Kota, Selasa (16/6/2020).

Ben menuturkan, pihaknya memang melarang aktivitas wisuda secara offline karena berpotensi menimbulkan kerumunan sehingga akan menimbulkan kasus baru. Terlebih, saat ini Tangsel masih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid 4 hingga 28 Juni 2020 mendatang.

“Memang PSBB ini diterapkan untuk menghindari kerumunan. Anak saya wisuda juga virtual, kalau memang seperti itu nanti saya akan coba panggil dindik. Karena memang dikhawatirkan jadi transmisi penyebaran virus Covid-19,” tuturnya.

Diberitakan Redaksi24.com sebelumnya, Kepala Dindikbud Kota Tangsel Taryono mengaku, pihaknya tidak mengeluarkan izin untuk kegiatan wisuda drive thru yang dilakukan Stella Maris BSD, Serpong, Senin (15/6/2020). Izin tersebut tidak diberikan, lantaran akan berpotensi membuat kerumunan baik dari para siswa beserta para orangtuanya.

“Acara perpisahan, pelepasan atau wisudaan itu memang sudah jadi tradisi sekolah bersama siswa dan orang tuanya. Tetapi di situasi pandemi Covid-19 ini tidak boleh, baik sekolah negeri maupun swasta. Aktivitas yang dibolehkan itu jarak jauh secara online, menggunakan aplikasi misalnya zoom, Youtube atau lainnya,” katanya saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Senin (15/6/2020).

Taryono mengaku, Stella Maris BSD memang sudah mengajukan permohonan izin untuk melaksanakan wisuda drive thru tersebut. Akan tetapi, hingga saat ini pihaknya tidak menyetujui izin tersebut.

“Stella Maris memang membuat surat meminta izin. Tapi standar, selama covid itu, tidak ada wisuda. Sebenarnya kami sendiri tidak mengeluarkan izin karena kami tidak dapat memastikan kegiatan itu sesuai dengan protokol covid. Tapi, Stella Marisnya sendiri mungkin menjamin dan mungkin ini sebagai kreativitas untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.(wvyh/Aan)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.