Wakil Wali Kota Cilegon Ingatkan Kader Cilegon Mandiri Hati-hati Data Warga Miskin

oleh -
Wakil Wali Kota Cilegon Ingatkan Kader Cilegon Mandiri Hati-hati Data Warga Miskin
Ilustrasi/Ist.

CILEGON,REDAKSI2.COM— Wakil Wali Kota Cilegon Sanuji Pentamarta mengingatkan para kader Cilegon Mandiri yang bertugas membantu pemerintah melakukan pendataan warga miskin agar menerapkan aspek kehati-hatian dalam melaksanakan tugasnya.

Menurut Sanuji, kehati-hatian dan ketelitian dalam pendataan sangat diperlukan guna menghindari terjadinya ketidaksesuaian data, dan banyaknya bantuan yang tidak tepat sasaran.

“Saya ingatkan terkait data di lapangan seputar informasi warga miskin, maupun kondisi warga masyarakat yang membutuhkan bantuan, agar teliti dan melakukan validasi,” katanya usai kegiatan program pembangunan keluarga kependudukan dan keluarga berencana di Cilegon, Selasa, (8/6/22021).

BACA JUGA: Polres Cilegon Tangkap Penjual Surat Keterangan Palsu

“Pemerintah menyalurkan berbagai bantuan bagi warga miskin, dan tugas kita menjamin agar bantuan tersebut tepat sasaran, maka datanya harus valid, dan ini hanya bisa diperoleh dengan pendataan yang hati-hati dan teliti,” sambungnya.

BACA JUGA: Dampak Covid-19, Warga Miskin di Kota Cilegon Diprediksi Bertambah

Saat ini, kata dia, masih banyak temuan masyarakat yang harusnya menerima tapi tidak menerima, tapi yang mampu malah menerima bantuan. Kondisi tersebut tidak oleh terjadi di masa mendatang.

BACA JUGA: Tangerang Raya Plus Cilegon Masih Rawan Covid-19 di Banten

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Cilegon Heni Anita Susila menjelasakan, para kader telah berupaya agar data yang didapat selalu akurat dan valid.

“Itu sudah pasti valid, karena dalam pendataan nya dilakukan secara ‘door to door’, dari rumah ke rumah. Kita tidak mungkin melakukan rekayasa apalagi sekarang, yang ini pakai aplikasi langsung,” katanya.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cilegon mencatat jumlah warga miskin di Kota Cilegon selama 2019 sebanyak 13,2 ribu jiwa. Angka tersebut lebih rendah dibanding 2018 lalu yang mencapai 13,96 ribu jiwa.(Sambas/Ant/Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.