Wakil Ketua MPR Minta Pemerintah Ambil Kebijakan Tepat dan Cepat Menghadapi Ancaman Resesi

  • Whatsapp
Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat

JAKARTA, REDAKSI24.COM– Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, meminta pemerintah mengambil kebijakan tepat dalam menghadapi ancaman resesi ekonomi di tengah pandemi Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang penularannya semakin meningkat.

“Sejumlah pakar memperkirakan resesi ekonomi sudah di depan mata. Tentunya diatasi, bergantung pada ketepatan langkah yang diambil pemerintah,” ujar Lestari dalam keterangannya, Rabu.

Bacaan Lainnya

Rerie, sapaan akrab Lestari Moerdijat, menyebutkan, jumlah penderita  corona secara nasional  terus bertambah. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pada 4 Agustus 2020 mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 1.922 orang, sehingga total positif Covid-19 menjadi 115.056 kasus.

Di sisi lain, sambug Rerie, tingkat kepatuhan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan masih rendah. “Upaya meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan menghadapi wabah Covid-19 adalah tantangan yang harus segera diatasi di tengah ancaman resesi ekonomi,” ujar Rerie.

Menurutnya, langkah mengatasi krisis akibat dampak hebat pandemi itu di antaranya berupa  paket program ekonomi yang memang sudah disiapkan pemerintah. Seperti, upaya memperkuat daya beli dan konsumsi masyarakat lewat program bantuan langsung tunai (BLT), bantuan modal kepada UMKM dan sejumlah bantuan lainnya.

Hanya saja, menurut legislator asal Dapil II Jawa Tengah, berdasarkan catatan sejumlah pakar ekonomi, dalam dua kuartal di 2020 menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami perlambatan. Kontraksi terjadi pada kuartal I  di level 2,97%, terkoreksi tajam sebesar 2% jika dibandingkan dengan kuartal 4 tahun 2019. Kemudian pada kuartal II  pertumbuhan diprediksi minus 4,3%, dan pada kuartal III  diperkirakan  akan kembali minus.

“Pemerintah perlu terus menggerakkan konsumsi untuk menghindarkan Indonesia dari resesi yang lebih dalam. Salah satu stimulus untuk menggerakkan konsumsi, dengan memberikan BLT kepada kelompok masyarakat yang tergolong rentan,” tutur Rerie.

Kata dia, pemerintah juga harus mempercepat realisasi program pemulihan ekonomi nasional demi mengurangi dampak dari resesi. Khususnya realisasi anggaran kesehatan, bantuan sosial, dan insentif untuk UMKM. Sebaliknya, secara umum masyarakat diminta berhemat karena tidak ada yang mengetahui akan berlangsung sampai kapan apabila resesi tersebut terjadi.

“Kurangi belanja yang tidak sesuai kebutuhan dan fokus pada pangan serta kebutuhan kesehatan di masa pandemi ini. Jangan ikut gaya hidup yang boros,” pungkas Rerie. (Agung/Jaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.