Wakil Ketua DPRD Tangsel Berharap PSBB Dihentikan Tempat Hiburan Malam Dibuka

  • Whatsapp
Dprd kota tangerang selatan
Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan, Iwan Rahayu (Tengah pakai peci) dalam kegiatan TACO.

OTA TANGSEL, REDAKSI24.COM – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan, Iwan Rahayu mengusulkan kepada pemerintah untuk menghentikan Perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan kembali membuka tempat usaha hiburan untuk menggenjot pendapatan daerah.

Iwan mengatakan, dirinya tidak melarang agar PSBB tersebut dilanjutkan. Tetapi, harus ada solusi dari pemerintah untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Info dari eksekutif PSBB, diperpanjang satu kali lagi, tetapi kita berharap tidak diperpanjang. Bukan berarti kita tidak setuju, tapi mari sama-sama kita kaji, yang mana yang bagus dan lebih baik. Apakah covidnya menurun dan pertumbuhan ekonominya jalan atau seperti apa. Nah rumusan ini kita perlukan,” katanya,

Selain mengusulkan agar PSBB tidak diperpanjang, Iwan juga mengusulkan agar semua jenis tempat usaha hiburan meliputi karaoke, panti pijat, bioskop dan lainnya dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Hal tersebut demi pertumbuhan ekonomi masyarakat dan daerah.

BACA JUGA: Asyik, PSBB Ke VI di Tangsel Boleh Nikah di Aula Masjid

“Pokoknya sudah kita perketat saja protokol kesehatan. Seperti halnya menjadi kewajiban memakai masker itu sama saja pakai baju, kalau tidak pakai merasa malu. Nah ini suatu hal baru, kebiasaan baru dan harus lebih baik lagi. Jadi ekonomi dibuka saja seluruh sektornya,” ungkap Iwan.

Meski begitu, Politisi PDI-Perjuangan itu menuturkan, bahwa hal tersebut hanya bersifat saran kepada Pemerintah Kota Tangsel. Karena DPRD sifatnya hanya memberikan saran dan mengawasi.

“Jika memang Covid-19 meningkat akibat tempat karaoke dibuka misalnya, itu belum tentu juga dia terpapar di tempat karaoke tersebut. Bisa saja dari tempat lain. Makanya, protokol kesehatan diperketat mulai dari cuci tangan, pakai masker, cek suhu dan dibatasi kapasitas pengunjungnya,” tutur Iwan.

“Ini hanya saran. Jika sarananya ditolak oleh pemerintah, maka kami akan mengawasi seperti apa solusi yang diterapkan pemerintah untuk pertumbuhan ekonomi kita,” pungkas Iwan.

BACA JUGA: Update PSBB Jilid 6 di Tangsel, Kesadaran Masyarakat Untuk Jaga Jarak Masih Rendah

Sementara itu, Ketua Tangerang Selatan Connection (Taco) Hartono mengatakan, sebagai lembaga yang mewadahi komunikasi para pengusaha di Tangsel, pihaknya menerima banyak keluhan para pengusaha. Mereka, mengeluh dan resah karena pendapatan dibandingkan biaya operasional tidak berimbang.

“Para pengusaha resah dan menanti kejelasan dari pemerintah soal regulasi pelaksanaan PSBB ditempat usaha karaoke, hotel, tempat makan dan lainnya,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga meminta stimulus dari pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk pertumbuhan ekonominya. “Tidak usah berikan diskon pembayaran pajak,  karena kalau semua kalangan usaha sudah jalan pasti pajak-pajak pun akan dibayarkan,” tukasnya. (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.