Wakil Ketua DPR Sebut Usulan RUU Minuman Beralkohol Perlu Didalami

  • Whatsapp
Dasco menyatakan pimpinan DPR perlu mendalami usulan RUU minuman beralkohol
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad

JAKARTA, REDAKSI24.COM– Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan, pimpinan DPR RI perlu mendalami usulan RUU (Rancangan Undang-Undang) Larangan Minuman Beralkohol sesuai dengan kapasitas masing-masing.

Dasco berpendapat, walaupun aturan yang mengatur produksi minuman beralkohol sudah ada, namun pengusul dari anggota Baleg DPR RI mungkin ingin memperkuat lagi aturan tersebut, misalnya mengenai minuman impor agar dapat melindungi masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Sebenarnya kalau kemudian aturan terutama di daerah-daerah yang menyangkut produksi minuman beralkohol itu kan sudah ada. Nah, tapi ini yang menyangkut misalnya minuman impor, dan lain-lain, mungkin dirasa oleh pengusul belum kuat untuk melindungi masyarakat. Tapi nanti kita sama-sama lihat, karena hal seperti ini memang harus dikaji lebih dalam,” ujar Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Jumat.
Dia mengimbau pers agar tidak terlalu berlebihan menanggapi dinamika yang berkembang di masyarakat karena semua masukan maupun penolakan dari masyarakat tentu akan menjadi perhatian Badan Legislasi DPR RI.

Hal itu, lanjut dia, nantinya akan menentukan RUU Minuman Beralkohol bisa dimasukkan lagi ke program legislasi nasional ke depan atau tidak.

“Kita lihat nanti sejauh mana. Apakah ini nanti bisa dimasukkan lagi ke prolegnas ke depan atau tidak,” ucap politisi Gerindra ini.

Dasco mengakui RUU Minuman Beralkohol dulu memang pernah dibahas DPR RI periode sebelumnya, tapi baru tahap pembahasan. Di periode sekarang RUU itu dimulai ulang lagi pembahasannya.

Sejauh ini Baleg (Badan Legislasi) DPR RI masih tahap mendengar penjelasan pengusul.

Setelah itu, Baleg DPR RI akan mengkaji lagi usulan tersebut. Sebelum menyerahkan ke pimpinan DPR RI untuk memutuskan, apakah RUU Larangan Minuman Beralkohol akan dibahas lebih lanjut atau tidak.

Belum perlu

Berbeda dengan Dasco yang menilai perlunya pimpinan DPR mendalami usulan RUU Minuman Beralkohol, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni sebaliknya melihat  aturan minuman beralkohol dalam bentuk UU masih belum perlu sehingga harus betul-betul dipertimbangkan kembali urgensi merancang RUU Larangan Minuman Beralkohol tersebut.

“Karena kalau belajar dari pengalaman yang kita lihat di berbagai negara, kalau minuman beralkohol ini terlalu ketat peraturannya sehingga sangat sulit terjangkau justru berpotensi menimbulkan munculnya pihak yang nakal melakukan pengoplosan alkohol ilegal atau bahkan meracik sendiri,” ujar Sahroni dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Dia menyampaikan hal itu menanggapi langkah Baleg DPR RI yang sedang merancang RUU tentang Larangan Minuman Beralkohol.

RUU itu terdiri dari tujuh bab dan 24 pasal, berisi berbagai aturan terkait minuman beralkohol, pengawasan, tata laksana, hingga sanksi pidana bagi yang melanggar.

Sahroni berpandangan yang penting adalah penegakan aturan minuman beralkohol yang sudah ada selama ini di masyarakat. Alasannya, mau aturannya seperti apa pun yang penting penegakannya di lapangan.

“Sekarang kita lihat, aturan soal larangan konsumsi alkohol di bawah 21 tahun saja belum benar-bener ditegakkan. Begitu juga larangan menyetir ketika mabuk,”tuturnya.

Sahroni menilai jangan sampai pengetatan aturan terkait konsumsi alkohol justru mendatangkan masalah lain, seperti menjamurnya minuman keras ilegal.

“Jangan sampai aturannya diperketat malah jadi makin banyak yang bandel, misalnya malah ‘ngoplos’ alkohol sendiri yang bisa berdampak kematian. Ini malah lebih bahaya,”pungkasnya.(Jay De Menes/ANTARA).

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.