Wahidin Halim Klaim Banten Sudah Berubah Lebih Baik

oleh -
Wahidin Halim Klaim Banten Sudah Berubah Lebih Baik tunjangan pegawai insentif pegawai

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Gubernur Banten Wahidin Halim mengklaim Provinsi Banten saat ini telah berubah drastis. Pelaksanaan program pembangunan juga disebutnya sudah lebih baik. Insentif dan tunjangan kinerja pegawai Pemprov Banten juga termasuk tinggi.

Klaim itu diungkapkan Wahidin Halim pada Sosialisasi Semangat Implementasi Pendidikan Anti Korupsi dan Pencegahan Gratifikasi di Provinsi Banten yang digelar secara virtual, Kamis(12/8/2021).

“Implementasi anti korupsi merupakan pekerjaan yang gampang-gampang susah. Tidak sekadar semangat untuk mengatakan tidak, tapi juga harus bagaimana mengubah konsep hidup dan kebiasaan,” ungkap pria yang akrab disapa WH itu.

WH menyebut yang dilakukan pemerintah saat ini berupa langkah hukum pemidanaan dan sebagainya memang tidak cukup. Korupsi berkorelasi dengan kesejahteraan juga tidak cukup.

“Korupsi berkaitan dengan mentalitas memang ya,” ungkap WH.

BACA JUGA: Pemprov Banten Targetkan Tanam Padi 37 ribu Hektare di Delapan Kota/Kabupaten 

Mentalitas, menurut WH mengutip pendapat Prof Dr Koentjaraningrat, adalah konsep hidup bagaimana pribadi seseorang dalam pikiran. Sikap individual pribadi dalam memahami dan mengelola suatu kehidupan.

“Ini memang memerlukan waktu yang cukup. Ini menyangkut konsep sosiologis yang berkembang dan hidup dalam suatu komunitas maupun pribadi,” ungkapnya.

WH mengungkapkan, dalam upaya mereformasi birokrasi di Provinsi Banten, pihaknya menaikkan honor dan insentif para guru serta tunjangan kinerja para pejabat. Dia mengklaim tunjangan kinerja pegawai Pemprov Banten termasuk tertinggi di Indonesia.

Langkah itu dinilainya cukup efektif untuk memilah orang yang merasa karena susah, sudah dicukupkan. Bagi orang yang merasa tidak cukup, menjadi tuntutan hidup. WH mengaku, dirinya merasa sejahtera dan cukup dengan gaji dan tunjungan yang diterimanya.

“Saya merasa sejahtera. Saya merasa cukup. Janganlah kita masuk pada lingkungan yang konsumtif. Yang bukan hak kita jangan kita ambil,” pesannya.

WH juga berpesan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Banten yang harus menjadi contoh bagaimana sikap seorang guru yang bersahaja serta bagaimana sikap guru yang digugu dan ditiru.

“Boleh saja mencukupi kebutuhan hidup, namun jangan berlebihan. Dunia pendidikan harus majukarena menjadi tiang pancang pembangunan moral. Korpri itu hamba Allah yang dilahirkan untuk menjadi pelayan bukan pengepul, bukan pengumpul, tapi pelayan masyarakat,” tandasnya.

BACA JUGA: Pemprov Banten Buka Layanan Pesan Antar Kebutuhan Pokok

Dalam kesempatan itu, WH juga mengajak seluruh masyarakat Banten untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan (Prokes) serta bergotong royong untuk menghadapi pandemi COVID-19.

Sementara itu, Inspektur Provinsi Banten, Muhtarom mengungkapkan, kegiatan ini untuk mendukung upaya pencegahan korupsi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, pendidikan karakter dengan memperkuat karakter tenaga pendidik pada satuan pendidikan dan kerjasama satuan pendidikan dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental.

“Merupakan sosialisasi yang ketiga kalinya sejak Pergub Nomor 40 Tahun 2020 tentang Penyelanggaraan Pendidikan Anti Korupsi di Provinsi Banten yang diterbitkan pada tanggal 25 Agustus 2020,” ungkapnya.

Sampai saat ini, kata dia, lebih dari 17.800 orang telah mengikuti sosialisasi pendidikan anti korupsi. Ada 96 orang tenaga penyuluh anti korupsi yang telah tersertifikasi.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan komitmen penyelenggaraan pendidikan anti korupsi secara virtual oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Tabrani, Kepala BPSDM Provinsi Banten Untung Saritomo dan para Kepala Sekolah SMA dan SMK se Provinsi Banten.

Dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), materi disampaikan Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana, Direktur Gratifikasi dan Pelayanan Publik KPK, Muhammad Indra Furqon, serta Direktur Jejaring Pendidikan KPK, Erlangga Adikusumah.(siberindo/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.